INformasinasional.com, LANGKAT – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kabupaten Langkat berlangsung penuh khidmat, sarat nilai spiritual, serta menjadi panggung refleksi kebersamaan dan kepedulian sosial. Dalam suasana yang hangat dan religius, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum hijrah sebagai titik tolak memperbaiki diri dan memperkuat solidaritas sosial demi kemajuan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H yang dirangkai dengan Prosesi Penepung Tawar Jamaah Haji Kabupaten Langkat Tahun 2026 di Jentera Malay Rumah Dinas Bupati Langkat, Rabu (17/6/2026).
Mengusung tema “Refleksi Muharram Untuk Negeri: Bersihkan Hati, Ulurkan Tangan, Tebar Kebaikan Tanpa Batas,” kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan pergantian tahun Hijriah, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat nilai kemanusiaan, serta menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH, Ketua DPRD Kabupaten Langkat Sribana Perangin-angin, SE, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH, S.I.K., M.Si, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, jajaran kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah haji Kabupaten Langkat Tahun 2026.
Rangkaian acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhusyukan suasana. Sebagai bentuk implementasi nyata nilai-nilai Muharram yang identik dengan kepedulian terhadap sesama, Pemerintah Kabupaten Langkat turut menyerahkan santunan kepada 25 anak yatim.
Dalam laporannya, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Langkat, H. Umar Saleh Maruhawa, mengungkapkan bahwa sebanyak 398 jamaah haji asal Kabupaten Langkat telah menunaikan ibadah haji pada tahun 2026 dan tergabung dalam Kloter 2 serta Kloter 4.
Dibalik rasa syukur atas kepulangan para tamu Allah tersebut, terselip duka mendalam atas wafatnya dua jamaah haji asal Langkat di Tanah Suci, yakni Hj. Nadhirah S.Q binti Siradjuddin dari Kecamatan Stabat dan Hj. Wagini binti Kasan Binangun dari Kecamatan Padang Tualang.
“Atas nama seluruh jamaah haji Kabupaten Langkat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Langkat yang terus memberikan dukungan penuh sejak proses pemberangkatan hingga kepulangan jamaah. Semoga segala perhatian dan pengabdian yang diberikan menjadi amal jariyah yang bernilai di sisi Allah SWT,” kata Umar Saleh Maruhawa.
Dalam sambutannya, Bupati Syah Afandin menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam kepada seluruh masyarakat Kabupaten Langkat. Ia menegaskan bahwa Muharram bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, melainkan momentum untuk melakukan hijrah spiritual menuju kehidupan yang lebih baik.
“Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Semangat hijrah harus menjadi inspirasi dalam membangun Kabupaten Langkat yang religius, harmonis, maju, dan penuh keberkahan,” tegas Syah Afandin.
Bupati yang akrab disapa Ondim itu juga menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jamaah haji Langkat dalam keadaan sehat dan selamat. Ia turut memanjatkan doa bagi dua jamaah yang wafat di Tanah Suci agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.
Lebih jauh, Syah Afandin berharap para jamaah haji yang telah kembali ke tanah air mampu menjadi teladan ditengah masyarakat dengan terus menjaga kemabruran hajinya melalui keteladanan, pengabdian, dan semangat menebarkan kebaikan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Langkat Sribana Perangin-angin memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat dalam memberikan pelayanan optimal kepada jamaah haji. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah.
Kegiatan semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan Al-Ustadz H. Irfan Yusuf, S.Pd.I. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjadikan Muharram sebagai bulan introspeksi, memperbanyak amal saleh, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan kepedulian sosial sebagai manifestasi ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.
Acara kemudian ditutup dengan prosesi Penepung Tawar Jamaah Haji Kabupaten Langkat Tahun 2026 yang berlangsung haru dan penuh makna. Tradisi adat Melayu tersebut menjadi simbol penghormatan, ungkapan syukur, sekaligus doa keselamatan bagi para jamaah yang telah menyempurnakan rukun Islam kelima dan kembali ke tanah air dengan membawa semangat baru untuk mengabdi kepada umat dan daerah.
Peringatan 1 Muharram di Kabupaten Langkat tahun ini pun menjadi pesan kuat bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan, melainkan transformasi menuju kehidupan yang lebih bermakna, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi sesama.(Misno)






Discussion about this post