INformasinasional.com, SERDANG BEDAGAI — Fajar baru saja menyingsing ketika jeritan penumpang pecah diruas Tol Medan–Tebing Tinggi. Satu unit Bus Halmahera yang mengangkut puluhan penumpang berubah menjadi kendaraan maut setelah menghantam mobil pick up pengangkut ayam di Kilometer 63.200 jalur Tebing Tinggi–Medan, Senin pagi, 11 Mei 2026.
Benturan keras itu memicu kepanikan didalam bus. Kendaraan besar tersebut diduga melaju kencang dari arah Tebing Tinggi sebelum menghantam bagian belakang pikap yang berada di depannya. Usai tabrakan, sopir kehilangan kendali. Bus oleng kekiri, menghajar pembatas jalan, lalu terperosok keluar badan tol dalam kondisi ringsek parah.
Empat penumpang dilaporkan tewas dilokasi dan rumah sakit. Sedangkan 19 lainnya mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan intensif. Total korban mencapai 23 orang.
Puing kendaraan berserakan disisi jalan tol. Kaca pecah, bodi bus remuk, sementara sejumlah kursi penumpang terlihat tercabut akibat kerasnya benturan. Hingga beberapa jam setelah kejadian, bangkai Bus Halmahera masih berada disisi tol menunggu proses evakuasi.
Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai, AKP Gokma W. Silitonga, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.37 WIB. Polisi menduga bus menabrak bagian belakang mobil pikap pengangkut ayam sebelum akhirnya hilang kendali.
“Korban seluruhnya 23 orang. Empat meninggal dunia dan 19 mengalami luka berat,” kata Gokma dilokasi kejadian.
Para korban dievakuasi ke RS Sari Mutiara dan RS GrandMed Lubuk Pakam, Deli Serdang. Sejumlah keluarga korban tampak histeris saat mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi kerabat mereka.
Salah seorang keluarga korban,
Prana, mengaku mendapat kabar duka melalui telepon ketika keluarganya tengah dalam perjalanan pulang dari Dumai, Riau. Tiga anggota keluarganya berada didalam bus nahas tersebut.
“Nenek saya meninggal dunia. Dua keluarga lainnya masih dirawat,” ujar Prana dengan suara bergetar.
Kecelakaan ini kembali menyoroti persoalan keselamatan transportasi dijalan tol Sumatera Utara. Dugaan kelalaian, kecepatan tinggi, hingga minimnya antisipasi jarak aman kini menjadi perhatian aparat kepolisian.
Hingga Senin siang, petugas Satlantas Polres Serdang Bedagai bersama pihak Jasamarga Kualanamu Tol masih melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara. Sementara mobil pikap pengangkut ayam telah diamankan ke Pos Lantas Sei Sijenggi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.(sumber:INews id)






Discussion about this post