INformasinasional.com, Humbahas – Panasnya Lapangan Merdeka Doloksanggul bukan cuma karena terik matahari November. Tapi juga karena deru semangat para bocah sekolah menengah yang beradu gengsi dibabak final Turnamen Sepak Bola antar Kecamatan tingkat SMP se-Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Setelah seminggu penuh benturan keras dan drama gol, kini panggung puncak tinggal milik dua tim terbaik: Doloksanggul dan Onanganjang.
Turnamen yang berlangsung sejak 3 hingga 7 November 2025 ini menjadi magnet baru di Doloksanggul. Ratusan penonton berjubel setiap sore menyaksikan bagaimana anak-anak muda Humbahas mengolah si kulit bundar dengan determinasi bak pemain profesional. Turnamen yang dibuka langsung oleh Bupati Humbahas, Dr. Oloan Paniaran Nababan, bersama unsur Muspida itu memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah dan lebih dari itu, gengsi antar kecamatan.
Ketua Panitia, Jonis Girsang, S.Pd, menuturkan kepada INformasinasional.com, bahwa dari sembilan kecamatan peserta (minus Baktiraja), sistem pertandingan digelar setengah kompetisi. Dari fase penyisihan, Pakkat tampil digdaya di Grup A dengan 8 poin, disusul Doloksanggul dan Lintongnihuta yang sama-sama mengantongi 7 poin. Namun lewat hitungan selisih gol, Doloksanggul berhak melangkah kesemifinal.
“Doloksanggul memang tampil konsisten sejak awal. Ini membuktikan anak-anak ibukota kabupaten punya mental baja,” ujar Jonis. Ia juga mengapresiasi Ikatan Guru Olahraga Nasional (Igornas) Humbahas yang dipercaya mengawal perwasitan hingga kepanitiaan, menegaskan bahwa olahraga pelajar di Humbahas tumbuh lewat kolaborasi, bukan sekadar kompetisi.
Babak semifinal berlangsung panas. Tim unggulan Pakkat, yang semula digadang bakal melenggang ke final, justru tersungkur di tangan Onanganjang dengan skor tipis 0–1. Gol tunggal yang dicetak lewat skema serangan balik cepat menjadi luka pahit bagi tim penuh talenta itu.
Sementara dilaga lain, duel antara Pollung dan Doloksanggul berlangsung sengit hingga menit terakhir. Skor imbang 0–0 memaksa adu penaltidan disitulah drama benar-benar meledak.
Dua kali kiper Doloksanggul menepis bola penalti lawan, membawa timnya menang 4–2. Suporter Doloksanggul bersorak, drum bertalu, dan bendera kecamatan dikibarkan tinggi. “Kami menang bukan karena keberuntungan, tapi kerja keras,” kata Munandar Silaban, S.Pd, dari tim perwasitan yang ikut mengawal jalannya pertandingan.
Dari hasil klasemen akhir, duel final akan mempertemukan dua raksasa baru: Doloksanggul melawan Onanganjang, Sabtu (8/11/2025). Sementara itu, Pollung dan Pakkat harus puas memperebutkan posisi ketiga.
Final ini disebut-sebut bakal menjadi laga paling bergengsi di Humbahas tahun ini. Doloksanggul, sang “anak kota”, datang dengan gaya permainan taktis dan ketenangan dilini belakang. Sedangkan Onanganjang, sang “pendobrak dari timur”, punya daya serang eksplosif dan kecepatan yang membuat banyak lawan kewalahan.
“Final ini bukan sekadar adu gol, tapi adu mental dan strategi,” kata salah satu penonton fanatik yang rela datang jauh-jauh dari Parlilitan.
Apapun hasilnya nanti, turnamen ini sudah membuktikan satu hal: masa depan sepak bola Humbahas tengah bertunas. Dari lapangan tanah merah Doloksanggul, semangat juang anak-anak SMP kini menyalakan bara baru, bahwa sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah, tapi tentang kebanggaan dan mimpi yang mulai tumbuh di ujung kaki.
(Laporan: Karmawan/Glen)






Discussion about this post