INformasinasional.com, Langkat — Ditengah gegap gempita persiapan Haul Tuan Guru Besilam Syech Abdul Wahab Rokan Babussalam ke-102 tahun 2025, ada sosok muda yang memilih jalan sunyi, berderma tanpa banyak bicara. Ia adalah Ardiyan Syahputra, Ketua PK KNPI Kecamatan Padang Tualang, yang akrab disapa Putra.
Bukan sekadar hadir, Putra datang dengan niat tulus menyumbangkan 200 goni beras untuk persiapan acara sakral yang tiap tahun menyatukan ribuan jamaah Tariqad Naqsyabandiyah dari berbagai penjuru negeri. Penyerahan bantuan itu dilakukan pada Kamis, 6 November 2025, di Babussalam, Padang Tualang.
“Ini bukan sekadar bantuan. Ini bagian dari tradisi berbagi yang selalu saya jalankan setiap bulan. Tapi Haul Tuan Guru ini berbeda, karena punya nilai sejarah dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat Padang Tualang,” ujar Putra dengan nada teduh.
Bagi dia, Haul bukan sekadar ritual keagamaan, tapi momentum untuk menyulam silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai gotong royong. “Sebagai generasi muda, rasanya rugi kalau hanya jadi penonton. Kita harus ikut berperan, ikut menjaga agar kegiatan ini berjalan khidmat dan tertib,” tambahnya.
Putra juga memastikan PK KNPI Padang Tualang akan turun langsung menjaga keamanan dan kelancaran acara sejak pembukaan pada 13 November 2025 mendatang. “Diminta atau tidak, kami akan ikut menjaga. Ini bagian dari pengabdian,” tegasnya.
Namun dibalik kesibukan sosialnya, angin politik pemuda mulai berhembus. Menjelang Musda DPD KNPI Langkat Desember mendatang, nama Ardiyan Syahputra mulai disebut-sebut diantara kandidat kuat.
Menanggapi hal itu, ia memilih merendah. “Ada beberapa PK dan OKP yang mendorong saya maju. Tapi saya tak mau gegabah. Semua harus dengan restu keluarga dan para senior, termasuk Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati. Ini bukan soal ambisi, tapi soal pengabdian,” katanya kalem.
Sosok muda ini tampak memahami benar, bahwa memimpin bukan sekadar soal kursi dan kekuasaan, melainkan soal keikhlasan untuk menebar manfaat sebagaimana ia menebar beras di Babussalam hari itu, dengan hati yang lapang dan niat yang jernih.
(Z. Lubis)






Discussion about this post