INformasinasional.com-Pasaman Barat–Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) resmi membuka Festival Ramadan 2026 dengan menata dan memusatkan 250 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan depan Kantor Bupati Pasaman Barat, Senin (2/3/2026).
Peresmian dilakukan oleh Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan selama bulan suci Ramadan.
Kawasan perkantoran yang biasanya menjadi pusat aktivitas pemerintahan kini disulap menjadi sentra kuliner dan takjil. Penataan dilakukan secara terstruktur dengan memperhatikan aspek kebersihan, kerapian, serta kenyamanan pengunjung.
Dalam sambutannya, Doddy menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi strategi nyata untuk mendorong peningkatan pendapatan pelaku UMKM lokal.
“Kita ingin pelaku UMKM mengalami peningkatan pendapatan. Dengan tempat yang bersih dan tertata, masyarakat akan lebih nyaman berbelanja. Kami juga mengimbau ASN dan karyawan swasta untuk mendukung UMKM lokal dengan berbelanja di sini, khususnya untuk kebutuhan berbuka puasa,” ujarnya.
Menurutnya, kenyamanan dan kebersihan menjadi faktor penting dalam menarik minat pembeli. Dengan konsep penataan yang rapi di sepanjang jalan depan kantor bupati dan area perkantoran lainnya, diharapkan perputaran ekonomi masyarakat meningkat signifikan selama Ramadan.
Selain menjadi pusat ekonomi, Festival Ramadan juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan masyarakat Pasaman Barat.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pasaman Barat, Agusli, menjelaskan bahwa lokasi yang telah ditata mampu menampung hingga 250 pedagang.
Para pelaku UMKM menawarkan beragam pilihan menu, mulai dari aneka takjil, minuman segar, hingga makanan berat untuk santap malam.
“Jam operasional dimulai pukul 15.30 WIB hingga 23.00 WIB. Masyarakat bisa membeli takjil menjelang berbuka maupun menikmati kuliner malam setelah salat tarawih,” jelasnya.
Untuk memastikan kelancaran aktivitas, Pemkab Pasbar juga menyiapkan sistem pengaturan parkir khusus guna mengantisipasi kemacetan dan penumpukan kendaraan.
“Kami telah menata area parkir agar arus kendaraan tetap lancar. Dengan demikian, pengunjung merasa aman dan pedagang dapat berjualan tanpa gangguan,” tambah Agusli.
Peresmian Festival Ramadan 2026 turut dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan terkait. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Pasaman Barat.
Dengan konsep yang lebih tertata dan kapasitas yang besar, Festival Ramadan tahun ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan selama bulan suci.
Reporter: SYAFRIZAL






Discussion about this post