INformasinasional.com, SERDANG BEDAGAI – Rel tanpa palang itu kembali menunjukkan wajah aslinya, sunyi, lengang, dan mematikan. Senin sore, 2 Maret 2026, sekitar pukul 16.30 WIB, mobil Toyota Innova BK 1263 XAG dihantam Kereta Api penumpang Sri Bilah Utama di KM 49+500, Dusun I Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.
Dibalik kemudi, seorang kepala sekolah dasar di Kecamatan Sei Rampah, Riana Sihombing. Kini ia terbaring kritis di RSUD Sultan Sulaiman.
Benturan itu bukan sekadar tabrakan. Innova putih itu terseret sekitar 30 meter dari titik hantaman. Bagian depan remuk, logam terlipat seperti kertas diremas.
Saksi mata menyebut suara benturan terdengar keras, memecah sore yang biasanya tenang diperlintasan tanpa palang tersebut.
Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Fauzul, membenarkan insiden itu. Kereta bernomor KA U54 melaju dari arah Medan menuju Rantau Prapat ketika mobil korban diduga hendak melintas.
“Tabrakan menyebabkan mobil terseret sekitar 30 meter. Korban mengalami luka serius,” kata Fauzul.
Namun tragedi ini menyisakan pertanyaan yang lebih keras dari suara lokomotif, sampai kapan perlintasan tanpa palang dibiarkan menganga seperti jebakan?
Dibanyak titik di Sumatera Utara, perlintasan sebidang tanpa penjagaan bukan cerita baru. Ia sudah terlalu sering disebut, setiap kali korban jatuh.
Warga sekitar mengaku perlintasan itu memang tak memiliki palang pintu maupun penjaga tetap. Hanya mengandalkan kewaspadaan pengendara dan bunyi klakson lokomotif. Kombinasi yang sering kali kalah cepat dari laju baja seberat ratusan ton.
Petugas kepolisian yang tiba dilokasi langsung mengevakuasi korban dan mengamankan tempat kejadian perkara. Arus lalu lintas sempat tersendat, warga berkerumun, sebagian merekam, sebagian lagi terdiam menyaksikan bangkai mobil yang terseret jauh dari rel.
Kasus ini kini ditangani Satlantas Polres Sergai. Tetapi bagi keluarga korban, urusan administrasi dan penyelidikan mungkin terasa jauh. Yang dekat hanya satu, ruang perawatan intensif dan doa yang tak putus.
Rel itu tetap disana. Tanpa palang. Tanpa ampun. (misn’t)






Discussion about this post