INformasinasional.com, ROMA – Eropa berguncang. Gelombang kemarahan rakyat pecah diberbagai kota besar setelah militer Israel menyerbu armada kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla diperairan internasional menuju Jalur Gaza.
Ribuan demonstran turun kejalan, mengibarkan bendera Palestina, mengecam agresi Israel, dan menuding dunia internasional gagal menghentikan tragedi kemanusiaan yang terus membara di Gaza.
Serbuan terhadap armada Global Sumud pada Senin (18/5/2026) memantik ledakan solidaritas lintas negara. Dari Roma hingga Athena, jalan-jalan utama berubah menjadi lautan massa yang meneriakkan kecaman terhadap Israel dan menyerukan pembebasan seluruh aktivis kemanusiaan yang ditahan.
Menurut penyelenggara, armada Global Sumud terdiri dari lebih dari 50 kapal yang berlayar dari distrik Marmaris, Turkiye, sejak Kamis (14/5/2026). Misi tersebut membawa 426 peserta dari 40 negara, termasuk Indonesia, Turkiye, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Inggris, Afrika Selatan, Australia, hingga Selandia Baru.
Armada itu mengusung bantuan kemanusiaan sekaligus simbol perlawanan sipil internasional terhadap blokade Gaza yang telah diberlakukan Israel sejak 2007. Namun sebelum mencapai wilayah tujuan, armada dicegat militer Israel diperairan internasional. Sekitar 100 aktivis dilaporkan ditahan dalam operasi yang langsung menuai kecaman global.
Aksi Israel itu bukan sekadar insiden militer biasa. Dimata banyak warga Eropa, penyerbuan terhadap kapal sipil internasional dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap gerakan solidaritas kemanusiaan dunia.
Di Italia, amarah warga dunia meledak dalam demonstrasi besar-besaran yang melumpuhkan sejumlah titik strategis di Roma, Milan, Napoli, hingga Turin. Aksi tersebut bahkan beriringan dengan mogok kerja nasional yang digerakkan serikat pekerja dan organisasi masyarakat sipil.
Di Roma, ribuan massa memadati Piazza dei Cinquecento. Bendera Palestina berkibar diantara spanduk bertuliskan kecaman terhadap agresi Israel. Massa kemudian melakukan long march menuju Piazza San Giovanni sambil meneriakkan slogan-slogan pro-Palestina dan seruan penghentian hubungan diplomatik Italia dengan Israel.
Demonstran juga meluapkan kemarahan terhadap kebijakan perang yang dinilai memperburuk krisis global. Mereka menuding anggaran militer terus membengkak sementara sektor kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat justru terabaikan.
“Global Sumud membawa bantuan kemanusiaan, bukan senjata. Menyerang mereka adalah serangan terhadap nurani dunia,” teriak salah satu orator ditengah lautan massa.
Gelombang protes serupa juga mengguncang Yunani. Di Athena, ratusan demonstran berkumpul didepan gedung Kementerian Luar Negeri sambil membentangkan bendera Palestina dan poster bertuliskan “Jangan Sentuh Palestina”.
Massa mengecam keras operasi militer Israel dan mendesak pembebasan seluruh aktivis kemanusiaan yang ditahan. Mereka juga memperingatkan bahwa tindakan Israel berpotensi memperbesar eskalasi konflik dan memicu kemarahan internasional yang semakin sulit dibendung. Insiden ini menambah panjang daftar ketegangan di Laut Mediterania.
Pihak penyelenggara Global Sumud menyebut armada mereka sebelumnya juga sempat diserang dilepas pantai Pulau Kreta, Yunani, pada 29 April lalu.
Kini, serangan terbaru terhadap Global Sumud Flotilla bukan hanya memantik protes jalanan, tetapi juga mempertegas bahwa isu Gaza telah berubah menjadi bara politik global yang mengguncang opini masyarakat dunia.
Ditengah meningkatnya tekanan internasional, Israel kembali menjadi sorotan tajam atas tindakannya terhadap misi kemanusiaan sipil internasional.
Editor: Misno
Sumber: Anadolu Agency





Discussion about this post