Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

Gunung Api Sinabung Erupsi, Kolom Abu 3.500 Meter Membumbung, Warga Karo Diminta Menjauh

31/08/2026 14:35
in INSFRASTRUKTUR
0
Gunung Api Sinabung Erupsi, Kolom Abu 3.500 Meter Membumbung, Warga Karo Diminta Menjauh

Penanggung Jawab Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra.(istimewa)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, KARO – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan. Gunung api yang selama bertahun-tahun menjadi simbol ancaman bencana bagi masyarakat dikawasan Tanah Karo itu dilaporkan mengalami erupsi pada Senin, 31 Agustus 2026, pukul 10.17 WIB.
Erupsi tersebut melontarkan kolom abu vulkanik hingga mencapai ketinggian sekitar 3.500 meter diatas puncak Gunung Sinabung atau sekitar 5.960 meter diatas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna hitam pekat dengan intensitas tebal. Material vulkanik tersebut condong bergerak kearah timur dan tenggara, termasuk kearah kawasan Berastagi dan Gunung Sibayak.

Erupsi terekam cukup signifikan melalui seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 120 milimeter dan durasi sementara sekitar 1 jam 1 menit 48 detik.

Hingga siang hari, aktivitas erupsi dilaporkan masih berlangsung berupa semburan abu vulkanik.

Penanggung Jawab Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra, mengatakan erupsi mulai terjadi sekitar pukul 10.17 WIB dan aktivitas vulkanik masih terus terpantau.
“Erupsinya tadi jam 10.17 WIB dan sampai saat ini masih erupsi berupa abu vulkanik,” kata Armen Putra, Senin.

Baca juga  Upacara Bendera Hari Pramuka Ke -65 Tingkat Kwartir Cabang Diikuti Rutan Pemalang

Menurutnya, ketinggian kolom abu mencapai sekitar 3.500 meter diatas puncak Gunung Sinabung.
Arah sebaran abu vulkanik bergerak menuju sektor timur hingga tenggara.
“Timur tenggara kearah Berastagi sama Gunung Sibayak,” katanya.

Dampak erupsi tidak hanya terlihat dari tingginya kolom abu yang membumbung kelangit. Hujan abu vulkanik dilaporkan mulai berdampak kesejumlah kawasan permukiman warga.

Masyarakat diminta tidak lengah dan tetap mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan otoritas vulkanologi.

Armen menegaskan warga dan pengunjung tidak diperbolehkan mendekati kawasan puncak Gunung Sinabung, terutama dalam radius bahaya yang telah ditetapkan.
“Masih jangan mendekat ketadius 3 kilometer, aman tapi hujan abu masih kena,” katanya.

Saat ini, status aktivitas Gunung Sinabung masih berada pada Level II atau Waspada.

Dalam rekomendasi yang dikeluarkan, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diminta untuk tidak melakukan aktivitas didesa-desa yang telah direlokasi.
Selain itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius radial 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Pembatasan juga diberlakukan lebih luas pada sektor tertentu, yakni hingga radius 4,5 kilometer kearah selatan dan timur.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi berbagai potensi bahaya vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Gunung Sinabung memiliki sejarah panjang aktivitas erupsi yang berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat di Kabupaten Karo. Karena itu, perubahan aktivitas sekecil apa pun menjadi perhatian serius bagi petugas pemantauan dan pemerintah daerah.

Selain ancaman abu vulkanik, masyarakat yang tinggal dan bermukim disekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta meningkatkan kewaspadaan.
Potensi bahaya lahar menjadi ancaman tersendiri, terutama apabila terjadi hujan yang dapat membawa material vulkanik dari kawasan puncak menuju daerah yang lebih rendah melalui aliran sungai.

Masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dan tidak terpancing oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Pemerintah Kabupaten Karo juga diminta untuk terus melakukan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.

Erupsi Senin pagi kembali menjadi pengingat bahwa Gunung Sinabung belum sepenuhnya tertidur.
Meski status gunung api tersebut masih berada pada Level II atau Waspada, semburan abu hitam pekat setinggi 3.500 meter menunjukkan aktivitas vulkanik yang tidak bisa dipandang remeh.

Warga disekitar kawasan terdampak kini diminta untuk tetap tenang, namun tidak lengah.
Ancaman utama saat ini adalah paparan abu vulkanik, potensi gangguan aktivitas masyarakat, serta bahaya lahar bagi kawasan yang berada disepanjang aliran sungai berhulu Gunung Sinabung.

Masyarakat diminta menjauhi zona bahaya, menggunakan pelindung diri apabila terjadi hujan abu, serta terus mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan petugas pemantauan gunung api.(Misno)

Editor: Ardiansyah

Post Views: 762
Tags: abu vulkanikBencana Alamberastagierupsigunung sinabungkaroradius amanstatus waspadaSumatera utaraWarga
Previous Post

Upacara Bendera Hari Pramuka Ke -65 Tingkat Kwartir Cabang Diikuti Rutan Pemalang

Next Post

Waspada Karhutla! 136 Ribu Hektare Lahan di Pasaman Barat Masuk Zona Risiko Tinggi

Next Post
Waspada Karhutla! 136 Ribu Hektare Lahan di Pasaman Barat Masuk Zona Risiko Tinggi

Waspada Karhutla! 136 Ribu Hektare Lahan di Pasaman Barat Masuk Zona Risiko Tinggi

Discussion about this post

BERITA TERBARU

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

29/10/2026 22:06
Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

29/10/2026 20:19
277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

29/10/2026 18:00
Revitalisasi Hutan Kota, 387 Pohon Bibit Buah di Tanam

Revitalisasi Hutan Kota, 387 Pohon Bibit Buah di Tanam

29/10/2026 16:48

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (72)
  • AGRIBISNIS (66)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (3,378)
  • Desa Kita (29)
  • EKONOMI (697)
  • HUKUM (1,207)
  • INSFRASTRUKTUR (376)
  • INTERNASIONAL (639)
  • KRIMINAL (521)
  • KULINER (48)
  • NASIONAL (902)
  • OLAHRAGA (722)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (44)
  • PERISTIWA (1,559)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (562)
  • RAGAM (202)
  • TRENDING (2,694)
  • UMUM (795)
  • VIDIO (13)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com