INformasinasional.com, SABANG — Suasana senja di Masjid Al-Falah, Gampong Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh, terasa berbeda pada Sabtu (7/3/2026). Angin laut berembus pelan, menyapu halaman masjid yang mulai dipadati jamaah. Diujung barat Indonesia itu, kehangatan Ramadan menyatu dengan langkah para ulama yang datang membawa pesan persaudaraan.
Imam Masjid Al-Falah, Tgk. Muchtar Andhika, menyambut langsung kedatangan Tim Safari Ramadan dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Sabang. Rombongan itu dipimpin Ketua MPU Kota Sabang, Waled Baharuddin, S.H., didampingi para anggota serta pegawai sekretariat MPU.
Kehadiran mereka bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ikhtiar merawat denyut spiritual masyarakat pesisir.
Dalam sambutannya, Tgk. Muchtar menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar kunjungan rutin tahunan. Ia menyebut kegiatan itu sebagai jembatan batin yang menghubungkan ulama dengan umat.
“Safari Ramadan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat kebersamaan ditengah masyarakat,” katanya lembut, disambut anggukan jamaah.
Nada hangat itu berkelindan dengan semangat kebersamaan yang terasa kental. Warga dari berbagai kalangan duduk bersaf, larut dalam suasana religius yang teduh. Tak ada sekat sosial; yang ada hanya persatuan dalam balutan ibadah.
Sementara itu, tausiah disampaikan Tgk. H. Ishak Husein dengan nada menyejukkan namun sarat makna. Ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan istimewa yang menghadirkan kesempatan langka bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri.
Menurutnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadan adalah ruang kontemplasi, tempat jiwa ditempa, kesabaran diuji, sekaligus ladang pahala yang terbuka lebar.
“Ramadan adalah kesempatan tahunan yang belum tentu berulang dalam hidup kita. Karena itu, setiap detiknya harus diisi dengan amal terbaik,” tuturnya.
Pesan itu mengalir tajam, menyentuh relung hati jamaah. Ditengah dunia yang bergerak serba cepat, Ramadan hadir sebagai rem spiritual, mengajak manusia berhenti sejenak, menata niat, dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.
Safari Ramadan MPU Sabang malam itu bukan hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga panggung kebersamaan yang hangat dan membumi. Dari masjid dibibir samudra, syiar Islam diteguhkan, silaturahmi dirajut, dan nilai persaudaraan dipererat.
Dikota kecil yang menjadi gerbang barat Nusantara, Ramadan kembali membuktikan dirinya sebagai perekat umat, lembut dalam pendekatan, namun kuat dalam makna.(Misno)






Discussion about this post