INformasinasional.com, ACEH TENGAH — Kobaran api meluluhlantakkan Kompleks Pasar Jagong di Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Minggu (9/8/2026). Musibah yang terjadi pada siang hari itu bukan sekadar menyisakan puing dan bara. Sebanyak 96 bangunan terdampak, sedikitnya 60 kepala keluarga (KK) atau 243 jiwa kini menghadapi kondisi darurat setelah tempat tinggal dan sumber penghidupan mereka dilalap api.
Berdasarkan data sementara yang dirilis Pemerintah Kampung Jeget Ayu pada Minggu, 9 Agustus 2026, dari 96 bangunan yang terdampak, 73 di antaranya merupakan rumah pribadi milik warga.
Dampak kebakaran juga menyentuh kelompok rentan. Dari total 243 jiwa terdampak, tercatat 111 laki-laki dan 106 perempuan, termasuk 20 balita, lima ibu hamil, serta satu penyandang disabilitas.
Dua warga dilaporkan mengalami luka bakar akibat insiden tersebut. Hingga data sementara dihimpun, belum ada laporan korban meninggal dunia.
Api Cepat Membesar

Seorang warga sekitar, Z Hutabarat, mengatakan api dengan cepat membesar dan merambat kebangunan lain. Kondisi kawasan yang padat, ditambah material bangunan yang sebagian mudah terbakar, membuat kobaran api sulit dikendalikan.
“Kebakaran yang terjadi pada Minggu siang tersebut dengan cepat meluas karena sebagian besar bangunan di kawasan pasar terbuat dari bahan yang mudah terbakar dan berdempetan satu sama lain,” kata Hutabarat.
Menurutnya, api menghanguskan sejumlah rumah yang berada di lorong permukiman serta pertokoan di bagian selatan Kompleks Pasar Jagong.
Situasi pun berubah menjadi kepanikan. Warga berupaya menyelamatkan diri sekaligus mengeluarkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari kepungan api.
Petugas pemadam kebakaran bersama masyarakat berjibaku melakukan pemadaman dan evakuasi warga. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin meluas kebangunan lain disekitar kompleks pasar.
Pendataan Kerugian Masih Berjalan
Pasca-kebakaran, Pemerintah Kampung Jeget Ayu masih melakukan verifikasi dan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah bangunan yang rusak maupun hangus terbakar, sekaligus menghitung kerugian material.
Pendataan juga diarahkan untuk memetakan kebutuhan mendesak warga yang terdampak, terutama tempat tinggal sementara, makanan, pakaian, perlengkapan bayi, kebutuhan ibu hamil, hingga kebutuhan kelompok rentan lainnya.
Dengan 243 jiwa terdampak, penanganan pascakebakaran membutuhkan gerak cepat dan dukungan lintas pihak.
Pemerintah Kampung Jeget Ayu mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian agar bersama-sama memberikan bantuan kepada para korban.
Sebab, ketika api telah padam, persoalan sesungguhnya baru dimulai, 243 jiwa kini harus menata kembali kehidupan mereka dari tengah puing-puing yang tersisa.(misn’t)
Editor: Misno






Discussion about this post