INformasinasional.com, LANGKAT – Liburan kekawasan wisata Bukit Lawang yang semula hendak menjadi momen melepas penat justru berakhir duka. BS (51), wisatawan asal Medan, tewas setelah diduga terseret arus dan tenggelam saat mandi di Sungai Titi Payung, kawasan Pantai NG, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Minggu (9/8/2026) sore. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, ketika korban bersama lima rekannya dalam perjalanan pulang dari Bukit Lawang menuju Medan.
Sebelumnya, rombongan datang kekawasan wisata tersebut untuk berlibur sekaligus menemui seorang teman. Namun, karena tidak berhasil bertemu, mereka memutuskan kembali ke Medan.
Ditengah perjalanan, rombongan berhenti dikawasan Titi Payung. Cuaca yang panas membuat mereka sepakat untuk mandi-mandi terlebih dahulu dialiran sungai sebelum melanjutkan perjalanan.
Sepeda motor mereka diparkirkan dihalaman rumah warga setelah meminta izin. Selanjutnya, korban bersama rekan-rekannya turun menuju sungai.
Sejumlah saksi memilih berenang menyeberangi sungai. Sementara BS bersama dua rekannya mandi dibagian pinggir yang saat itu terlihat dangkal.
Namun, sekitar 10 menit kemudian, korban menghilang.
Salah seorang saksi, Sahdan Nasution, yang sempat kembali menyeberangi sungai untuk membuat kopi, tidak lagi melihat BS berada dipinggir sungai.
Rekan-rekan korban awalnya menduga BS naik keatas untuk membeli rokok. Namun dugaan itu seketika berubah menjadi kepanikan setelah terdengar teriakan anak-anak dari sekitar sungai.
“Pak… pak, ini kawan bapak!”
Ternyata BS telah ditemukan warga dan ditarik ketepian sungai dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Rekan korban bersama warga sekitar langsung memberikan pertolongan. Ambulans kemudian dipanggil untuk membawa BS kefasilitas kesehatan terdekat. Namun, upaya penyelamatan itu berakhir memilukan.
Setibanya di Klinik Melati Bahorok, dokter menyatakan BS telah meninggal dunia.
Kapolsek Bahorok AKP Tunggul Situmeang SH, membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya, korban diduga terbawa arus ketika mandi-mandi bersama rekan-rekannya. Polisi juga menduga korban tidak pandai berenang sehingga tidak mampu menyelamatkan diri ketika terseret arus.
“Pada saat korban mandi-mandi bersama dengan rekannya dialiran Sungai Titi Payung (Pantai NG), diduga korban terbawa arus dan kemudian tenggelam karena tidak pandai berenang dan kehabisan oksigen,” kata Tunggul dalam keterangan tertulisnya.
Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kapolsek menyebut keluarga korban menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah.
Liburan Berubah Menjadi Petaka
Kematian BS menjadi pukulan bagi rombongan yang semula datang untuk menikmati suasana alam Bahorok. Dalam hitungan menit, aktivitas mandi-mandi yang terlihat sederhana berubah menjadi tragedi.
Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bagi wisatawan agar tidak meremehkan karakter aliran sungai. Kondisi air yang tampak tenang dari tepian tidak selalu berarti aman untuk berenang atau mandi.
Dibalik pesona alam Bahorok yang menjadi magnet wisatawan, arus sungai tetap menyimpan risiko yang dapat berubah menjadi petaka dalam sekejap.(misn’t)
Editor: Misno






Discussion about this post