INformasinasional.com, LANGKAT — Langkah strategis ditempuh Komisi III DPRD Kabupaten Langkat dalam mengawal peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor industri. Dalam peninjauan lapangan ke PT Tirta Investama di Desa Pasar VI Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Selasa (21/4/2026), isu optimalisasi retribusi Air Bawah Tanah (ABT) menjadi fokus utama.
Ketua Komisi III DPRD Langkat, Pimanta Ginting, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya memastikan transparansi dan akuntabilitas operasional perusahaan pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah digelar sebelumnya.
“Peninjauan ini penting untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan. Informasi yang kami terima sebelumnya menyebutkan adanya pengurangan sumber mata air yang dimanfaatkan, dan ini tentu berdampak pada penerimaan daerah dari sektor ABT,” ujar Pimanta.
Dari hasil inspeksi, diketahui perusahaan saat ini hanya mengoperasikan tiga dari lima sumber mata air yang dimiliki. Dua sumber lainnya tidak lagi digunakan untuk produksi dan dialihfungsikan sebagai sumur pantau sejak Mei 2025. Kebijakan tersebut, menurut DPRD, perlu dikaji ulang dalam perspektif kontribusi terhadap daerah.
Komisi III pun mendorong perusahaan agar mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada. Peningkatan produksi dinilai tidak hanya berdampak pada kinerja industri, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap peningkatan retribusi daerah.
“Kami melihat masih ada ruang untuk optimalisasi. Harapan kami, perusahaan dapat meningkatkan kapasitas produksi secara proporsional sehingga kontribusi terhadap PAD juga meningkat,” tegasnya.
Kunjungan tersebut diterima oleh jajaran manajemen perusahaan, termasuk Stakeholder Relation Manager, Riswan Harahap, dan Koordinator CSR, Ramli Rudi Siagian. Dalam penjelasannya, Riswan menyampaikan bahwa keputusan tidak mengoperasikan dua sumber air didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan kecukupan kapasitas produksi saat ini.
“Produksi yang berjalan saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan distribusi. Oleh karena itu, dua sumber air tersebut difungsikan sebagai sumur pemantauan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Meski demikian, pihak perusahaan menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah, tidak hanya melalui kewajiban retribusi, tetapi juga lewat penyerapan tenaga kerja lokal dan pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Sebagai bagian dari komitmen lingkungan, perusahaan juga telah melakukan penghijauan di lahan seluas sekitar lima hektare guna menjaga keseimbangan ekosistem disekitar wilayah operasional.
Dalam dialog yang berlangsung konstruktif, perusahaan turut menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Langkat agar dapat meningkatkan infrastruktur pendukung, khususnya pelebaran akses jalan menuju kawasan pabrik. Hal ini dinilai krusial untuk mengurai potensi kemacetan akibat tingginya mobilitas kendaraan logistik.
Kunjungan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri dalam menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, optimalisasi pendapatan daerah, dan keberlanjutan lingkungan.(Misno)






Discussion about this post