INformasinasional.com-Pasaman Barat–Pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten Pasaman Barat mengalami gangguan serius setelah seluruh layanan poliklinik spesialis ditutup akibat aksi mogok kerja dokter spesialis, Rabu (3/6/2026). Penutupan tersebut memicu kekecewaan ratusan pasien yang telah datang sejak pagi untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan.
Sejak dini hari, pasien dari berbagai kecamatan di Pasaman Barat telah memadati rumah sakit rujukan terbesar di daerah itu.
Namun harapan mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan pupus setelah mengetahui seluruh poliklinik tidak beroperasi.
Banyak pasien mengaku telah menempuh perjalanan berjam-jam demi mendapatkan pelayanan dokter spesialis.
Sebagian bahkan datang dalam kondisi membutuhkan kontrol rutin dan pengambilan resep obat yang sudah habis. Akibat penutupan mendadak tersebut, mereka terpaksa menunda pemeriksaan hingga waktu yang belum pasti.
Kekecewaan semakin besar karena sejumlah pasien mengaku tidak menerima pemberitahuan sebelumnya. Padahal, sebagian dari mereka telah mendaftar dan memperoleh nomor antrean melalui aplikasi Mobile JKN.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi mogok kerja dilakukan sebagai bentuk protes dokter spesialis terhadap belum dibayarkannya bantuan insentif yang menjadi hak mereka. Persoalan tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan kini berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Hingga siang hari, suasana di ruang-ruang poliklinik tampak lengang. Tidak terlihat aktivitas pelayanan sebagaimana biasanya, sementara pasien dan keluarga pasien terus berdatangan untuk mencari kepastian terkait jadwal pelayanan.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD Pasaman Barat, dr. Dian Citra, menyayangkan terhentinya pelayanan poliklinik yang berdampak luas terhadap masyarakat. Di sisi lain, pihak rumah sakit menilai persoalan kesejahteraan dokter spesialis, termasuk pembayaran insentif dan keterbatasan jumlah tenaga spesialis, perlu menjadi perhatian serius semua pihak.
Manajemen RSUD bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat saat ini tengah melakukan berbagai upaya untuk mencari solusi agar konflik dapat segera diselesaikan. Langkah percepatan penyelesaian dinilai penting mengingat RSUD Pasaman Barat merupakan fasilitas kesehatan rujukan utama bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Meski layanan poliklinik ditutup, pihak rumah sakit memastikan pelayanan rawat inap dan penanganan pasien dalam kondisi darurat tetap berjalan normal.
Peristiwa ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan persoalan yang melibatkan tenaga medis. Sebab, jika kondisi ini berlarut-larut, dampaknya tidak hanya dirasakan dokter dan rumah sakit, tetapi juga ribuan masyarakat yang bergantung pada layanan kesehatan spesialis di Pasaman Barat.
Reporter: SYAFRIZAL






Discussion about this post