INformasinasional.com, Pasaman Barat-Kekecewaan terhadap satu tahun kepemimpinan bupati memuncak. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM dan OKP turun kejalan, menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Bupati Pasaman Barat, Kamis (2/4/2026).
Dalam aksi yang berlangsung panas, massa membakar ban dibadan jalan dan secara bergantian menyampaikan orasi keras.
Mereka menilai pemerintah daerah gagal menunjukkan realisasi nyata dari janji-janji kampanye yang sebelumnya digaungkan kepada publik.
“Setahun berlalu, tapi mana bukti? Janji tinggal janji,” teriak salah satu orator, Ridho, disambut sorakan peserta aksi.
Mahasiswa menegaskan, aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk peringatan serius terhadap pemerintah daerah agar segera menunjukkan kinerja konkret.
Mereka juga menyebut akan terus mengawal kebijakan hingga ada kejelasan dan realisasi dari komitmen politik kepala daerah.
Sejumlah tuntutan disuarakan dalam aksi tersebut, yang berfokus pada transparansi, akuntabilitas, serta percepatan realisasi program-program prioritas yang dinilai mandek.
Aksi sempat memicu ketegangan dilokasi, terutama saat pembakaran ban dilakukan didepan gerbang kantor bupati.
Aparat TNI dan Polri tampak berjaga ketat untuk mengantisipasi potensi eskalasi dan menjaga situasi tetap terkendali.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan dilokasi dan belum ada perwakilan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang menemui demonstran atau memberikan tanggapan atas tuntutan yang disampaikan.
Minimnya respons dari pihak pemerintah justru semakin mempertegas kritik mahasiswa, komunikasi publik dinilai lemah ditengah meningkatnya kekecewaan masyarakat.
Reporter: SYAFRIZAL






Discussion about this post