INformasinasional.com, Teheran – Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan pihaknya sedang melakukan gelombang serangan keenam sebagai balasan atas pemboman Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Ledakan dilaporkan terdengar di Dubai, Uni Emirat Arab, hingga Doha, Qatar.
Dilansir Al-Jazeera dan AFP, Minggu (1/3/2026), Iran mengumumkan telah melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap pangkalan militer Israel dan AS dikawasan Arab. IRGC mengklaim ada 27 pangkalan AS, serta pangkalan udara Tel Nof Israel, markas komando tentara Israel di HaKirya di Tel Aviv, dan kompleks industri pertahanan besar dikota yang sama yang diserang.
Pasukan Iran akan menerapkan langkah pembalasan yang berbeda dan keras, dengan tamparan berturut-turut yang disesalkan. Ledakan pun dilaporkan terdengar diberbagai lokasi usai Iran mengumumkan serangan itu.
Kantor berita AFP melaporkan ledakan keras terdengar pada Minggu pagi didekat bandara Erbil, yang menjadi tempat bermarkasnya pasukan koalisi pimpinan AS diwilayah otonom Kurdistan Irak. Asap hitam tebal mengepul dari area bandara.
Pada Sabtu (28/2), pasukan koalisi pimpinan AS juga menembak jatuh beberapa rudal dan drone bermuatan bahan peledak di atas Erbil.
Militer Israel mengatakan pihaknya menanggapi sedang serangan rudal Iran. Israel mengaktifkan sirene serangan udara diseluruh Israel tengah dan sebagian Tepi Barat yang diduduki.
“Sirene dibunyikan dibeberapa wilayah diseluruh negeri, menyusul identifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran kearah Negara Israel,” ujar militer sambil menambahkan bahwa angkatan udara ‘beroperasi untuk mencegat dan menyerang ancaman jika diperlukan’.
Selain itu, beberapa ledakan juga terdengar diibu kota Qatar, Doha, serta ibu kota Bahrain, Manama. Sirene serangan udara juga menyala di Kuwait. Negara-negara di dekat Iran tersebut selama ini menampung pasukan serta peralatan tempur AS.(dtc)






Discussion about this post