INformasinasional.com, BULUKUMBA – Polemik dugaan penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba kembali mencuat.
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bulukumba menunjukkan konsistensi gerakan dengan menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Rabu (8/4/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar segera memberikan kejelasan terkait penanganan kasus DAK rehabilitasi sekolah yang diperkirakan bernilai Rp52 miliar.
Aksi dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik (HPKP) PC IMM Bulukumba, Revais Lesnusa.
Dalam orasinya, massa menegaskan agar Kejari Bulukumba tidak bermain-main dalam menangani kasus yang menyangkut sektor pendidikan tersebut.
Meski sempat diwarnai ketegangan dengan aparat Satpol PP, massa aksi tetap melanjutkan tuntutannya hingga akhirnya diterima oleh pihak Kejari melalui Kepala Seksi Intelijen.
Tiga Tuntutan IMM Bulukumba
Dalam aksi tersebut, PC IMM Bulukumba menyampaikan tiga poin pernyataan sikap, yakni:
Mendesak Kejaksaan Negeri Bulukumba untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian kegiatan DAK Tahun Anggaran 2024 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba.
Meminta kejelasan tindak lanjut atas proses penanganan dokumen dan berkas yang sebelumnya telah diminta oleh pihak Kejari kepada Dinas Pendidikan.
Menuntut transparansi kepada publik dalam penanganan dugaan korupsi DAK rehabilitasi 2024 guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Ketiga poin tersebut menjadi tuntutan utama dalam aksi yang digelar sebagai bagian dari lanjutan gerakan sebelumnya.
IMM Tegaskan Komitmen Kawal Kasus
Revais Lesnusa menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum.
“Kami tidak akan berhenti sampai ada titik terang. DAK sebesar Rp52 miliar adalah uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk perbaikan fasilitas pendidikan, bukan untuk memperkaya oknum tertentu,” tegasnya.
Ia juga meminta Kejari Bulukumba yang baru untuk menunjukkan keseriusan dalam memberantas praktik korupsi di daerah.
Selain menyuarakan tuntutan hukum, IMM Bulukumba turut menyoroti sikap aparat Satpol PP yang dinilai tidak profesional selama aksi berlangsung. Tindakan tersebut disebut memicu ketegangan di lapangan.
Namun demikian, insiden tersebut tidak menyurutkan semangat para kader IMM untuk terus menyuarakan tuntutan.
IMM Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum dugaan penyelewengan DAK 2024 hingga adanya kepastian hukum yang jelas bagi masyarakat.
Reporter: Sapriaris






Discussion about this post