INformasinasional.com, JAKARTA – Pemerhati Politik dan Kebangsaan Rizal Fadillah melontarkan pernyataan keras terkait dinamika politik nasional. Ia menilai Presiden Prabowo Subianto tengah menghadapi ancaman serius yang disebutnya sebagai “kudeta senyap”, yang menurutnya justru berasal dari pihak-pihak disekitar pusat kekuasaan.
Dalam pandangannya, ancaman terhadap seorang kepala negara tidak selalu datang dari kelompok oposisi diluar pemerintahan. Sebaliknya, kata Rizal, potensi perlawanan politik dapat muncul dari figur-figur yang berada dilingkar dalam kekuasaan.
“Semakin jelas pihak yang memiliki kepentingan untuk mengambil alih pengaruh politik atas kekuasaan penuh Presiden Prabowo,” kata Rizal sebagaimana dikutip dari fajar.co.id, Minggu (26/7/2026).
Rizal menilai kepemimpinan Prabowo saat ini menghadapi tantangan berat. Menurutnya, kondisi tersebut membuka ruang bagi munculnya manuver politik yang dapat menggerus kewibawaan Presiden.
“Ditengah kelemahan kepemimpinan Prabowo dalam mengelola negara, terdapat kekuatan yang siap melakukan kudeta senyap. Oposisi tidak selalu berada didepan, tetapi dapat berada disamping atau bahkan didalam,” katanya.
Ia pun mendesak Presiden Prabowo agar tidak sekadar mengandalkan retorika politik, melainkan segera mengambil langkah nyata dalam menghadapi situasi yang dinilainya semakin kompleks.
“Prabowo tidak perlu jualan operasi sandi yudha untuk menundukkan lawan. Yang kini diperlukan adalah tindakan nyata sebelum semuanya terlambat akibat penyakit pikun politik yang semakin parah,” tegas Rizal.
Dalam analisanya, Rizal mengibaratkan ancaman terhadap seorang pemimpin sebagai “musuh dalam selimut”, yakni pengkhianatan yang datang dari orang-orang terdekat atau pihak yang selama ini dipercaya.
Menurutnya, ancaman semacam itu jauh lebih berbahaya dibandingkan oposisi yang secara terbuka menyatakan perlawanan.
Rizal kemudian menyebut tiga tokoh yang menurut pandangannya perlu diantisipasi oleh Presiden Prabowo. Ia menyebut ketiganya sebagai “tritunggal oposisi”.
“Tritunggal oposisi yang dihadapi Prabowo jika tidak ditindak akan segera memberangus dan menenggelamkannya,” katanya.
Tiga nama yang disebut Rizal adalah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Terhadap Kapolri, Rizal menyampaikan kritik bahwa Listyo Sigit masih memiliki pengaruh politik yang kuat dan berpotensi menghambat agenda pemerintahan Prabowo.
Ia juga menyinggung dinamika hubungan antara institusi kepolisian dan kejaksaan yang menurutnya berdampak pada proses pengambilan keputusan dipemerintahan.
Sementara itu, terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Rizal menyampaikan penilaian bahwa putra sulung Joko Widodo tersebut memilih bersikap pasif sambil mencermati perkembangan politik nasional.
Ia bahkan mengaitkan posisi duduk Gibran dalam sejumlah rapat kabinet dengan persepsi politik tertentu, serta menyampaikan dugaan adanya kepentingan politik yang sedang dibangun.
Selain itu, Rizal juga melontarkan kritik keras terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo melalui berbagai penilaian dan tudingan yang disampaikannya.
Diakhir pernyataannya, Rizal mendesak Presiden Prabowo mengambil langkah politik yang menurutnya diperlukan terhadap tiga tokoh yang ia sebut sebagai “tritunggal oposisi”.
Ia menyatakan bahwa apabila langkah tersebut tidak dilakukan, Presiden Prabowo berpotensi menghadapi tekanan politik yang lebih besar, termasuk kemungkinan munculnya tuntutan pemakzulan.
“Jika membiarkan atau mengambangkan maka Prabowo akan masuk pula dalam tuntutan pemakzulan. Paketnya adalah caturtunggal oposan rakyat, yakni Listyo, Gibran, Jokowi, dan Prabowo,” kata Rizal.mengakhiri.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, maupun Presiden ke-7 RI Joko Widodo terkait pernyataan dan tudingan yang disampaikan Rizal Fadillah.*
Editor: misno






Discussion about this post