Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

Puluhan Telur Buaya Menetas Dikebun Sawit Desa Pasar Rawa, Langkat, Bayi Predator Itu Berkeliaran

28/08/2026 20:12
in TRENDING, UMUM
0
Puluhan Telur Buaya Menetas Dikebun Sawit Desa Pasar Rawa, Langkat, Bayi Predator Itu Berkeliaran

Foto: Seorang warga Desa Pasar Rawa kecamatan Gebang, Langkat memegang telur buaya yang berisi bayi buaya yang ditemukannya di area kebun sawit milik Herman alias Aliang Antara di Paluh Cingam Dusun Paluh Baru Desa Pasar Rawa.(istimewa)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, LANGKAT — Ancaman predator liar kian nyata dikawasan Paluh Cingam, Dusun Paluh Baru, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Puluhan telur buaya yang sebelumnya ditemukan diareal perkebunan kelapa sawit milik Herman alias Aliang Antara dilaporkan telah menetas. Sedikitnya 30 butir telur buaya disebut menetas pada Selasa (25/8/2026).
Yang membuat warga semakin resah, anak-anak buaya yang baru menetas itu sempat ditemukan dan bahkan dipegang oleh sejumlah warga. Namun, perilaku agresif bayi predator tersebut membuat warga menyadari bahwa ancaman dikawasan itu bukan perkara sepele.

Ucok, salah seorang warga Dusun Paluh Baru, mengatakan dirinya bersama dua warga lainnya menemukan telur yang telah menetas tersebut.
“Kemarin kalau tak salah hari Selasa kami menemukan telur buaya yang sudah menetas. Kami pegang, begitu agresifnya anak buaya itu, mulutnya menganga. Kami ada tiga orang waktu itu, tapi anak buaya itu kami biarkan,” kata Ucok kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

Puluhan telur buaya yang berisi bayi buaya yang ditemukannya di area kebun sawit milik Herman alias Aliang Antara di Paluh Cingam Dusun Paluh Baru Desa Pasar Rawa.(istimewa)

Temuan itu sontak menambah kekhawatiran warga. Sebab, keberadaan puluhan anak buaya tersebut mengindikasikan bahwa kawasan perkebunan itu diduga telah menjadi lokasi berkembang biaknya buaya muara.

Sebelumnya, warga telah beberapa kali dikejutkan dengan kemunculan seekor buaya muara berukuran besar yang diperkirakan mencapai empat meter.
Reptil predator itu dilaporkan kerap terlihat disekitar aliran Sungai Gebang dan diduga berpindah dari kawasan sungai menuju areal perkebunan kelapa sawit.

Kekhawatiran warga semakin beralasan karena lokasi tersebut bukan kawasan yang sepi. Jalur tanggul yang menjadi pembatas aliran sungai dengan areal perkebunan setiap hari dilalui warga menggunakan sepeda dayung maupun sepeda motor.

Disekitar lokasi itu pula terdapat aktivitas pekerja kebun, nelayan, pencari ikan, hingga warga yang kerap memancing dibibir Sungai Gebang.
Artinya, keberadaan buaya bukan sekadar persoalan satwa liar yang muncul sesekali. Predator tersebut berada ditengah ruang aktivitas masyarakat.

Baca juga  Syah Afandin Dorong Taekwondo Jadi Tameng Karakter Anak Langkat

Kepanikan warga sebelumnya mencapai puncaknya pada Selasa (4/8/2026).
Saat itu, Miswandi (52), warga Dusun Paluh Baru yang bekerja sebagai pekerja harian lepas, tengah membersihkan areal perkebunan kelapa sawit bersama sejumlah rekannya.

Tanpa diduga, Miswandi melihat seekor buaya berukuran besar sedang berjemur dibalik semak belukar. Jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi ia bekerja.

Terkejut melihat predator raksasa tersebut, Miswandi spontan berteriak:
“Buaya… ada buaya!”
Teriakan itu membuat rekan-rekannya berdatangan. Semula mereka mengira Miswandi hanya bercanda. Namun dugaan itu seketika sirna setelah mereka melihat sendiri buaya berukuran besar tersebut.

Sejumlah pekerja bahkan sempat mengabadikan kemunculan buaya itu menggunakan kamera telepon genggam. Rekamannya kemudian beredar dimedia sosial dan memicu perhatian masyarakat.

Warga Cemas, Bayi Buaya Terus Bertambah

Keresahan kini semakin meningkat setelah puluhan telur ditemukan telah menetas. Warga khawatir apabila anak-anak buaya tersebut tumbuh besar dan kemudian menyebar kealiran Sungai Gebang maupun kawasan perkebunan yang menjadi ruang aktivitas masyarakat.

Apalagi, menurut keterangan warga, buaya induk tersebut dalam beberapa bulan terakhir beberapa kali terlihat berpindah dari areal perkebunan menuju Sungai Gebang dengan melintasi tanggul pembatas air pasang.

Kondisi itu membuat warga mempertanyakan langkah penanganan dari pihak berwenang.
Warga berharap Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) segera turun ke lokasi untuk memastikan keberadaan populasi buaya, mengidentifikasi sarang serta mengambil langkah evakuasi atau penanganan sesuai ketentuan konservasi(Misn’t)

Editor: Ardiansyah

Post Views: 845
Tags: #LANGKATBayi Predator Berkeliaranbuaya muaraDikebun SawitPasar RawaPredator liarTelur Buaya Menetas
Previous Post

8.653 Tanah Wakaf di Sumut Belum Bersertifikat, Tiorita Bergerak! Negara Tak Boleh Kecolongan

Next Post

UU PERAMPASAN ASET DIBURU DPR, PATRIOT BOND SUDAH PUNYA ‘TAMENG’ HUKUM, DIMANA UJUNG KEKUATAN NEGARA MENGHADAPI HARTA KORUPTOR?

Next Post
UU PERAMPASAN ASET DIBURU DPR, PATRIOT BOND SUDAH PUNYA ‘TAMENG’ HUKUM, DIMANA UJUNG KEKUATAN NEGARA MENGHADAPI HARTA KORUPTOR?

UU PERAMPASAN ASET DIBURU DPR, PATRIOT BOND SUDAH PUNYA 'TAMENG' HUKUM, DIMANA UJUNG KEKUATAN NEGARA MENGHADAPI HARTA KORUPTOR?

Discussion about this post

BERITA TERBARU

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

29/10/2026 22:06
Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

29/10/2026 20:19
277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

29/10/2026 18:00
Revitalisasi Hutan Kota, 387 Pohon Bibit Buah di Tanam

Revitalisasi Hutan Kota, 387 Pohon Bibit Buah di Tanam

29/10/2026 16:48

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (72)
  • AGRIBISNIS (66)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (3,378)
  • Desa Kita (29)
  • EKONOMI (697)
  • HUKUM (1,207)
  • INSFRASTRUKTUR (376)
  • INTERNASIONAL (639)
  • KRIMINAL (521)
  • KULINER (48)
  • NASIONAL (902)
  • OLAHRAGA (722)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (44)
  • PERISTIWA (1,559)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (562)
  • RAGAM (202)
  • TRENDING (2,694)
  • UMUM (795)
  • VIDIO (13)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com