INformasinasional.com, Jakarta – Uni Emirat Arab (UEA) secara diam-diam membalas serangan ke Iran. Serangan UEA disebut menyasar kilang minyak di Iran. Sejak awal Mei 2026, Kementerian Pertahanan UEA melaporkan sistem pertahanan udaranya telah mencegat 15 rudal dan empat drone yang diluncurkan dari wilayah Iran. Disebutkan sedikitnya 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah dan empat drone yang diluncurkan dari Iran ke wilayahnya telah dicegat sepanjang Senin (4/5). Tiga orang terluka akibat serangan itu.
Buntut serangan itu, UEA menegaskan pihaknya memiliki “hak penuh dan sah” untuk merespons serangan terbaru Iran tersebut.
Tiga hari berselang, serangan udara kembali terdeteksi diluncurkan dari wilayah Iran. Sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Namun tidak diungkapkan lebih lanjut oleh Kementerian Pertahanan UEA soal lokasi serangan atau detail lebih lanjut tentang para korban luka.
Otoritas UEA merilis peringatan pada Jumat (8/5) pagi, pukul 06.43 waktu setempat, yang isinya mengumumkan bahwa negara itu sedang merespons ancaman.
Warga UEA diimbau untuk tetap berada di tempat yang aman dan menunggu informasi terbaru dari saluran-saluran resmi pemerintah.
Serangan Diam-diam UEA ke Iran
UEA dilaporkan diam-diam melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap Iran. Dikutip Anadolu Agency, Selasa (12/5/2026), diungkapkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip sejumlah sumber anonim yang mengetahui soal serangan tersebut.
Salah satu target serangan UEA, menurut sumber yang dikutip WSJ dalam laporan terbarunya pada Senin (11/5) waktu setempat, adalah sebuah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran.
Laporan WSJ menyebut kilang minyak Iran itu dihantam serangan UEA pada awal April atau ketika Presiden AS Donald Trump akan mengumumkan gencatan senjata dengan Teheran. Serangan itu dilaporkan memicu kebakaran besar dan melumpuhkan fasilitas tersebut.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan rudal balistik dan drone ke wilayah UEA dan juga Kuwait.
AS Menyambut UEA Terlibat Perang Lawan Iran
Salah satu sumber yang dikutip WSJ juga mengatakan AS diam-diam menyambut masuknya UEA ke dalam perang melawan Iran. Menurut laporan WSJ, Iran menargetkan UEA dengan lebih banyak serangan dibandingkan negara-negara Teluk lainnya yang menampung aset militer AS, bahkan melebihi serangan pembalasan terhadap Israel.
Teheran tercatat melancarkan lebih dari 2.800 serangan rudal dan drone terhadap target-target di UEA sejak perang berkecamuk pada akhir Februari lalu.
Menurut sejumlah pejabat Abu Dhabi yang tidak disebut namanya, serangan-serangan Iran tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada ekonomi UEA, memicu PHK dan cuti paksa.
“Juga memicu pergeseran mendasar dalam pandangan strategis negara tersebut, menjadi pandangan yang kini melihat Iran sebagai aktor jahat yang bertekad merusak model ekonomi dan sosial negara yang berbasis pada talenta ekspatriat dan reputasi keamanan serta stabilitas,” cetus pejabat UEA tersebut.
Sejauh ini belum ada komentar resmi dari Kementerian Luar Negeri UEA mengenai laporan WSJ tersebut. Otoritas Abu Dhabi hanya menekankan pada pernyataan yang dirilis sebelumnya, yang isinya menekankan hak UEA untuk merespons tindakan permusuhan.
“Sangat signifikan untuk mendapati sebuah negara Teluk menjadi pihak yang berperang yang menyerang Iran secara langsung. Teheran sekarang akan berupaya untuk semakin memperlebar jurang pemisah antara UEA dan negara-negara Teluk Arab lainnya yang mencoba memediasi diakhirinya perang,” kata analis Timur Tengah, Dina Esfandiary, kepada WSJ.(dtc)
Editor: Misno






Discussion about this post