INformasinasional.com, LANGKAT — Insiden kecelakaan kerja yang menimpa Priski (20), karyawan PKS PT Cipta Cemikal Palm Oil (CCMO) di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, membuka kembali diskusi lama soal keselamatan kerja diindustri kelapa sawit. Priski, mekanik maintenance, dilaporkan terjatuh ke dalam tangki blowdown, area berisiko tinggi dalam proses perebusan tandan buah segar, dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Medan akibat luka bakar serius dan kritis.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah menjalankan tugasnya. Keluarga korban berharap kejadian ini diusut secara terbuka agar penyebab kecelakaan dapat diketahui secara jelas serta tidak menimpa pekerja lain dikemudian hari.
Ditengah sorotan publik, dinamika komunikasi perusahaan justru berubah. Seorang perempuan bernama Afni yang sebelumnya, Senin 29 Desember 2025 mengaku sebagai humas PT CCMO memberikan konfirmasi melalui telepon WhatsApp kepada INformasinasional.com, yang membenarkan adanya seorang karyawan mengalami kecelakaan kerja dan telah dirujuk ke RS di Medan.
Selanjutnya, Selasa (30/12/2025) pagi, seorang pria bernama Bakti menghubungi redaksi dan menyampaikan keberatan atas pemberitaan sebelumnya.
Bakti menyatakan perusahaan tidak sependapat dengan narasi yang telah dipublikasikan dan menyebut sedang mempertimbangkan langkah hukum.
Saat diminta menjelaskan bagian mana yang dinilai tidak sesuai fakta, Bakti menyebut foto yang ditampilkan dalam tayangan berita tidak sesuai fakta dilapangan/PKS PT CCMO. Lantas, Redaksi INformasinasional.com memberi penjelasan rinci, bahwa foto itu merupakan ilustrasi tentang polisi melakukan olah TKP disalah satu PKS di Indhu, Riau, dan tidak ada berkaitan dengan narasi pemberitaan tentang insiden di PT CCMO, sesuai keterangan foto yang tertera dilaman bawah foto.
Namun lelaki yang mengaku humas PT CCMO tidak menerima penjelasan itu, meski Redaksi menyarankan, jika pihak perusahaan ingin membuat klarifikasi, Redaksi mempersilahkan pihak perusahaan untuk membuat klarifikasinya, yang bisa dikirimkan ke alamat Redaksi, untuk ditayangkan. Tetapi lelaki yang mengaku Humas dari PT CCMO itu tetap mengeluarkan dana ‘gertakan’ tidak terima dengan pemberitaan, sembari mengakui adanya kecelakaan kerja, tetapi menilai kronologi kejadian berbeda dengan versi perusahaan.
“Memang ada kejadian, tetapi tidak seperti yang diberitakan,” ujar Bakti singkat sebelum mengakhiri percakapan.
Masyarakat menilai insiden ini perlu dikaji secara objektif dan menyeluruh. Pasalnya, pabrik kelapa sawit secara umum tangki blowdown merupakan fasilitas berisiko tinggi yang lazimnya dilengkapi sistem pengamanan ketat.
Dalam praktik industri, area tersebut biasanya dipagari dan pekerja yang melakukan perawatan diwajibkan menggunakan alat pengaman, termasuk sabuk keselamatan, untuk meminimalkan risiko jatuh.
Dari sisi pengawasan, Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara mengaku belum menerima laporan resmi terkait kecelakaan tersebut.
Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah I Disnaker Sumut, Anton, menyatakan pihaknya akan melakukan penelusuran.
“Saya belum mendapatkan laporan resmi. Namun, tentu akan kami cari tahu dan dalami,” kata Anton saat dikonfirmasi, Selasa (30/12/2025).
Menanggapi pertanyaan mengenai dugaan penerapan SOP dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Anton menegaskan bahwa hal tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan. “Perlu dilakukan penyelidikan untuk memastikan apakah prosedur keselamatan telah dijalankan sesuai ketentuan atau tidak,” katanya.
Anton juga menyinggung kewajiban audit berkala penerapan SMK3. Menurut dia, perusahaan pada umumnya diwajibkan melakukan audit secara periodik, katanya.
Korban Priski
Diketahui sebelumnya, korban Priski (20), terjungkal kedalam Tangki Blowdown crude palm oil rebusan panas, Jumat dini hari, 26 Desember 2025, sekitar pukul 03.00 WIB. Priski, warga Lingkungan I Tanjung Selamat, tercatat sebagai karyawan bagian maintenance mekanik.
Menurut pengakuan rekan kerjanya, insiden itu terjadi saat korban menjalankan rutinitas kerja pada shift malam.
“Memang itu tugas dia tiap shift. Pas jam tiga subuh, dia terpeleset lalu jatuh ketangki. Dia teriak minta tolong,” ujar seorang rekan korban yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (29/12/2025)
Korban berhasil dievakuasi oleh sesama pekerja. Namun, jeritan kesakitan Priski tak terbendung. Tubuhnya disebut mengalami luka serius hingga sekitar 50 persen lonyot dan ‘masak’ mulai telapak kaki hingga pinggul. Pihak manajemen kemudian melarikannya ke RSU Putri Bidadari di kecamatan Wampu, Langkat.
Setibanya di Rumah Sakit, tim medis menyarankan agar korban segera dirujuk ke Rumah Sakit di Medan karena kondisi yang dinilai kritis. Setelah mendapat penanganan awal, Priski pun dibawa ke ibu kota provinsi Sumatera Utara, tepatnya di RS Siloam demi perawatan lanjutan.(tim redaksi)






Discussion about this post