INformasinasional.com, Humbang Hasundutan — Aula Kantor Bupati di Bukit Inspirasi, Doloksanggul, Senin (29/12/2025), menjadi saksi rotasi kekuasaan birokrasi di Kabupaten Humbang Hasundutan. Bupati Humbahas Dr. Oloan P. Nababan melantik 18 pejabat pimpinan tinggi pratama atau setara eselon II, disusul puluhan pejabat eselon III dan IV. Pelantikan ini diklaim sebagai representasi sumber daya manusia dari beragam marga,sebuah frasa yang segera memantik tafsir publik.
Tak sekadar seremoni, pelantikan ini menandai penataan ulang dapur strategis pemerintahan daerah. Nama-nama lama dan baru menempati pos vital: keuangan, pendidikan, kesehatan, hingga kebencanaan.
Ditengah sorotan publik soal kinerja birokrasi, janji pelayanan prima kembali dikumandangkan.
Dalam sambutannya, Oloan menegaskan agar para pejabat meninggalkan mental penguasa. “Jauhi sikap arogan. Layani masyarakat dengan sepenuh hati, tulus, rendah hati, dan penuh tanggung jawab,” katanya.
Sebuah pesan normatif yang sering diucapkan, namun kerap diuji oleh realitas lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya memahami tugas pokok dan fungsi jabatan. “Jadikan itu pedoman utama dalam setiap pengambilan keputusan,” ujar Oloan, sembari mengingatkan bahaya perilaku tercela yang dapat merusak kepercayaan publik. Bupati meminta jajarannya patuh pada hukum, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan terus berinovasi dalam pelayanan publik.
Namun, narasi “mewakili marga” yang mengemuka di pelantikan ini memantik pertanyaan tersendiri: sejauh mana meritokrasi benar-benar bekerja dalam tubuh birokrasi Humbahas? Apakah keberagaman itu buah seleksi kompetensi, atau sekadar pembagian simbolik kekuasaan?
Diantara agenda pelantikan, Oloan juga mengumumkan perpanjangan masa jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Humbahas, Jara Trisepto Lumbantoruan. Persetujuan itu, kata Oloan, telah dikantongi melalui surat Menteri Dalam Negeri tertanggal 11 Desember 2025.
Adapun 18 pejabat eselon II yang dilantik antara lain Sabar Hasiholan Purba sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Resva Panjaitan sebagai Kepala BPKPD, Benyamin Nababan sebagai Kepala BKPSDM, hingga Alexander Ganda Parulian Gultom sebagai Kepala Dinas Kesehatan P2KB. Pos-pos strategis lainnya diisi oleh nama-nama dari marga Purba, Nababan, Panjaitan, Simamora, Situmorang, hingga Silitonga.
Selain itu, bupati juga melantik dua pejabat administrator (eselon III), 17 pejabat pengawas (eselon IV), serta satu kepala puskesmas. Sebagian besar mengisi jabatan teknis dan pelayanan dasar, mulai dari sekretariat kecamatan, bidang ekonomi kreatif, hingga tata usaha puskesmas dipelosok Humbahas.
“Bahu-membahu dan bergandeng tangan membangun Humbang Hasundutan,” ajak Oloan diakhir pidatonya.
Kini, publik menunggu lebih dari sekadar ajakan. Deretan nama telah resmi mengisi kursi empuk birokrasi. Tantangannya jelas: membuktikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar parade marga, melainkan mesin kerja yang benar-benar berpihak pada pelayanan dan kepentingan rakyat.(Karmawan/Glen)






Discussion about this post