INformasinasional.com, JAKARTA — Peta kekuasaan ditubuh Kepolisian Republik Indonesia berubah signifikan. Jabatan Kapolda Metro Jaya kini resmi naik kasta dari perwira tinggi bintang dua menjadi bintang tiga. Dengan perubahan itu, pucuk pimpinan kepolisian di ibu kota negara kini disandang Komisaris Jenderal Polisi (Komjen), setara dengan sejumlah posisi elite di Mabes Polri.
Kepastian tersebut dibenarkan Polda Metro Jaya menyusul terbitnya Keputusan Presiden yang diteken Presiden RI Prabowo Subianto pada 13 Mei 2026. “Benar, Kapolda Metro Jaya saat ini diangkat Komisaris Jenderal Polisi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).
Kenaikan status jabatan itu merujuk pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/Tahun 2026. Dengan beleid tersebut, jabatan Kapolda Metro Jaya resmi ditempatkan dalam level strategis nasional yang selama ini identik dengan posisi-posisi inti di Markas Besar Polri.
Perubahan ini sekaligus menandai semakin besarnya bobot politik, keamanan, dan pengendalian sosial diwilayah Jakarta dan sekitarnya. Polda Metro Jaya bukan sekadar institusi penegak hukum daerah, melainkan episentrum pengamanan kekuasaan, pusat ekonomi nasional, hingga pengendali stabilitas politik negara.
Sosok yang menerima promosi itu adalah Asep Edi Suheri. Kenaikan pangkatnya lebih dulu diumumkan melalui akun resmi Instagram Polda Metro Jaya. “Selamat dan sukses kepada Komjen Pol Asep Edi Suheri SIK MSi atas kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Komisaris Jenderal Polisi,” tulis akun resmi tersebut.
Langkah ini dinilai bukan sekadar perubahan administratif kepangkatan, melainkan sinyal kuat bahwa pemerintah tengah mempertebal pengaruh dan kekuatan institusi keamanan dijantung pemerintahan nasional.
Menariknya, promosi Kapolda Metro Jaya terjadi tak lama setelah jabatan Pangdam Jaya juga dinaikkan menjadi perwira tinggi bintang tiga. Sejak Maret 2026, Kodam Jaya resmi dipimpin Letnan Jenderal TNI, menjadikan Komando Daerah Militer Jakarta sebagai satu-satunya kodam dengan pucuk pimpinan berpangkat tiga bintang.
Kini, dua poros utama keamanan ibu kota — Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya — sama-sama dipimpin jenderal bintang tiga. Konfigurasi ini memperlihatkan Jakarta semakin diposisikan sebagai kawasan strategis dengan pengamanan berlapis ditengah dinamika politik dan sosial nasional yang terus mengeras.
Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi apakah kenaikan level Kapolda Metro Jaya akan diikuti restrukturisasi jabatan dibawahnya. Selama ini posisi Wakapolda dijabat Brigadir Jenderal Polisi, sementara sebagian besar direktur masih berpangkat Komisaris Besar Polisi.
Jika struktur itu ikut berubah, maka Polda Metro Jaya berpotensi menjadi institusi kepolisian daerah dengan hierarki komando paling elit dan paling kuat dalam sejarah Polri modern.*
Editor: Misno





Discussion about this post