INformasinasional.com | Advertorial–
LANGKAH demi langkah yang ditempuh dengan ketenangan, kesabaran, dan keteguhan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Dibawah kepemimpinan Bupati Langkat H Syah Afandin SH, Pemerintah Kabupaten Langkat kembali menorehkan tinta emas dalam perjalanan tata kelola pemerintahan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sumatera Utara atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Prestasi bergengsi tersebut diserahkan secara langsung dalam suasana khidmat dan penuh makna di Auditorium Kantor BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Medan, Jumat (29/5/2026). Momen itu bukan sekadar seremoni penyerahan penghargaan, melainkan menjadi simbol pengakuan atas kerja keras, komitmen, dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Langkat dalam membangun tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Opini WTP diserahkan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang, SE, MSi, Ak, CA, CFrA, CPA (Aust), CSFA, ACPA, GRCP, GRCA, ERMAP kepada Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH yang hadir didampingi Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Sribana Perangin-angin, SE.
Turut mendampingi Bupati Langkat dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat H. Amril, S.Sos., MAP, Kepala BPKAD Langkat Drs. M. Iskandarsyah, Plt Kepala Inspektorat Langkat Gumala Ulfa, ST, MSi, Sekretaris DPRD Langkat Drs. Basrah Pardomuan, Kepala Dinas Kominfo Langkat Wahyudiharto, SSTP, MSi, serta Kabag Protokol Winanda Akbar, SSTP.
Dibalik pencapaian itu tersimpan perjalanan panjang yang tidak mudah. Berbagai pembenahan dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan sistem pengelolaan keuangan daerah, peningkatan kualitas sumber daya aparatur, hingga pengawasan yang lebih ketat terhadap penggunaan anggaran. Semua dijalankan dengan satu tujuan besar, yakni memastikan setiap rupiah uang rakyat dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Opini WTP sendiri merupakan predikat tertinggi yang diberikan BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah. Predikat ini menjadi indikator bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi pemerintahan, didukung sistem pengendalian internal yang memadai, serta mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Namun yang paling menarik dari keberhasilan tersebut bukanlah penghargaan yang diterima, melainkan sikap rendah hati yang ditunjukkan Bupati Langkat H Syah Afandin.
Alih-alih larut dalam euforia kemenangan, ia justru mengingatkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak cepat merasa puas.
Dengan nada tenang namun penuh ketegasan, Syah Afandin menegaskan bahwa WTP bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan, melainkan titik awal untuk bekerja lebih baik dan memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada masyarakat.
“Sudah lama saya tunggu-tunggu untuk mendapat opini tersebut dengan terus mendorong para OPD saya untuk berbenah dan memperbaiki,” ujar Syah Afandin.
Pernyataan itu mencerminkan kesungguhan seorang pemimpin yang tidak hanya mengejar prestasi administratif, tetapi juga berupaya membangun budaya kerja yang sehat, disiplin, dan berorientasi pada hasil. Baginya, WTP bukan sekadar penghargaan di atas kertas, melainkan buah dari proses panjang yang dibangun melalui konsistensi, evaluasi, dan keberanian melakukan perubahan.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah tetap menjaga ritme kerja, memperkuat pengawasan internal, meningkatkan disiplin aparatur, serta terus mengedepankan transparansi dalam setiap penggunaan anggaran.
“Saya ucapkan terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Sumut atas opini WTP yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Langkat. Ini akan kami jadikan motivasi untuk terus berbuat yang lebih baik lagi dalam menyelenggarakan roda pemerintahan,” tegasnya.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa Kabupaten Langkat sedang bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang semakin modern, profesional, dan dipercaya publik. Ditengah tingginya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas pemerintah, raihan WTP menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi di Langkat tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkah nyata yang terukur.
Dibawah kepemimpinan Syah Afandin, pembangunan tidak hanya diukur dari proyek fisik yang terlihat, tetapi juga dari kualitas tata kelola yang menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah. Sebab tanpa pengelolaan keuangan yang baik, pembangunan tidak akan berjalan optimal dan kepercayaan masyarakat akan sulit diraih.
Kepercayaan itulah yang kini perlahan semakin menguat. WTP menjadi cerminan bahwa pemerintah hadir dengan komitmen untuk menjaga amanah rakyat melalui pengelolaan anggaran yang tertib, transparan, dan bertanggung jawab.
Bahkan, bagi banyak kalangan, capaian ini layak disebut sebagai “surat cinta” birokrasi kepada masyarakat Langkat. Sebuah pesan yang disampaikan tanpa banyak kata, tetapi terasa kuat maknanya. Lembut dalam pencapaiannya, namun tajam dalam pesannya, bahwa setiap amanah rakyat harus dijaga dengan integritas dan dedikasi yang tidak pernah surut.
Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang, memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah yang terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan keuangan.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah yang terus belajar dan berbenah untuk pengelolaan keuangan sehingga lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Paula menegaskan bahwa opini WTP bukanlah hadiah seremonial semata. Predikat tersebut merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijaga melalui konsistensi, integritas, dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Karena tata kelola yang baik merupakan tujuan negara kita Indonesia. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Pemerintah Daerah yang mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian. Semoga ini bisa terus dipertahankan,” katanya.
Raihan WTP Tahun Anggaran 2025 akhirnya menjadi babak penting dalam perjalanan Kabupaten Langkat. Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi harapan baru bagi masyarakat akan hadirnya pemerintahan yang semakin bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Ditengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, Langkat menunjukkan bahwa kerja keras, komitmen, dan kepemimpinan yang konsisten mampu menghadirkan hasil yang membanggakan. Dan di balik keberhasilan itu, berdiri sosok pemimpin yang memilih tetap membumi saat meraih prestasi, sembari terus mengajak seluruh jajarannya melangkah menuju pelayanan publik yang semakin baik.
(Misno/INformasinasional.com)






Discussion about this post