INformasinasional.com, SERGAI — Dini hari belum beranjak terang ketika maut menjemput diruas Tol Medan-Tebing Tinggi. Satu unit mobil boks Hino Dutro Box menghantam bagian belakang truk tronton yang melaju searah didepannya. Tiga orang didalam mobil boks tewas dalam kecelakaan tersebut.
Kecelakaan maut itu terjadi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 03.03 WIB di KM 54.700 Jalur A, lajur lambat, Desa Melati, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.
Dua kendaraan terlibat dalam kecelakaan tersebut, yakni Hino Dutro Box bernomor polisi BK 8257 GY dan Mitsubishi Truk Tronton bernomor polisi BK 8670 GV.
Tiga korban yang berada didalam mobil boks masing-masing Suriah Wijaya (26), Agustamin Abidin (35), dan Wirda Nursiam (33). Ketiganya akhirnya meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Sergai AKP Bringin Jaya mengungkapkan, kecelakaan bermula ketika mobil Hino Dutro Box yang dikemudikan Suriah Wijaya melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi. Saat tiba dilokasi kejadian, mobil boks tersebut diduga kehilangan konsentrasi dan kemudian menghantam bagian belakang Mitsubishi Truk Tronton yang dikemudikan Junaidi.
“Mobil box tersebut menabrak bagian belakang mobil barang Mitsubishi Truk Tronton bernomor polisi BK 8670 GV yang dikemudikan oleh Junaidi yang berada searah didepannya,” kata Bringin, dikutip dari Kompas.com.
Benturan keras membuat bagian depan mobil boks mengalami kerusakan parah. Tiga orang yang berada didalam kendaraan tersebut menjadi korban.
Suriah Wijaya selaku pengemudi meninggal dunia dilokasi kejadian.
Sementara Agustamin Abidin sempat dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Ia diketahui mengalami luka robek pada betis kiri serta luka pada bagian kanan tubuhnya.
Nasib serupa dialami Wirda Nursiam. Ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS Sari Mutiara Lubuk Pakam setelah mengalami patah pada kaki kiri dan kanan.
“Lalu korban Wirda Nursiam meninggal dunia dalam perjalanan ke RS Sari Mutiara Lubuk Pakam. Dia mengalami patah kaki kiri dan kanan,” kata Bringin.
Berbeda dengan tiga korban dari mobil boks, pengemudi truk tronton, Junaidi, dilaporkan tidak mengalami luka dalam kecelakaan tersebut.
Polisi menduga kecelakaan maut tersebut dipicu kurangnya konsentrasi dan kehati-hatian pengemudi mobil boks saat melaju di jalan tol.
“Pengemudi mobil Hino Dutro Box Surah Wijaya diduga lalai/kurang berhati-hati saat berkendara sehingga menabrak kendaraan lain di depannya,” ungkap Bringin.
Namun, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian. Polisi belum menutup kemungkinan adanya faktor lain yang turut berkontribusi terhadap kecelakaan.
Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi para korban ke RS Sari Mutiara Lubuk Pakam, serta mengamankan kendaraan dan barang bukti yang berkaitan dengan kecelakaan.
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap rekaman kamera pengawas atau CCTV serta sejumlah saksi untuk mengurai secara utuh detik-detik sebelum benturan maut itu terjadi.
“Pihak kepolisian telah melakukan penanganan cepat mulai dari olah TKP, evakuasi korban ke RS Sari Mutiara Lubuk Pakam, pengamanan barang bukti, hingga pemeriksaan CCTV dan saksi-saksi,” kata Bringin.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat keras bahwa beberapa detik kehilangan konsentrasi dijalan tol dapat berubah menjadi tragedi. Ditengah laju kendaraan dan panjangnya perjalanan, kewaspadaan bukan sekadar kewajiban, melainkan batas tipis antara selamat dan kehilangan nyawa.(sumber: Kompas.com)
Editor: Ardiansyah






Discussion about this post