INformasinasional.com, LANGKAT – Suasana duka menyelimuti Dusun Tempel, Desa Balai Kasih, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, setelah dua bocah perempuan ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam dikolam ikan, Sabtu (1/8/2026) malam. Peristiwa tragis ini menggemparkan warga dan menyisakan kepedihan mendalam bagi keluarga korban.
Kedua korban diketahui berinisial MR (6) dan DA (7), yang merupakan warga Dusun Tempel, Desa Balai Kasih, Kecamatan Kuala. Keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah sebelumnya dinyatakan hilang dan dicari oleh keluarga bersama warga setempat.
Peristiwa bermula ketika salah seorang keluarga korban merasa curiga karena anaknya belum juga pulang hingga malam hari. Kekhawatiran itu kemudian memicu pencarian yang melibatkan warga, Kepala Dusun, serta Bhabinkamtibmas setempat.
Harapan untuk menemukan kedua bocah tersebut dalam keadaan selamat pupus ketika tim pencari menemukan sepasang sandal anak-anak ditepi kolam ikan.
Temuan itu mengarahkan warga untuk melakukan pencarian didalam kolam.
Tak lama berselang, kedua korban ditemukan didasar kolam dalam kondisi sudah meninggal dunia. Tangis keluarga dan warga pun pecah dilokasi kejadian.
Kapolsek Kuala, AKP Syamsul Bahri, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, aparat kepolisian segera turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Benar, setelah menerima informasi, petugas bersama warga melakukan pencarian. Kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kolam ikan,” Syamsul Bahri, Minggu (2/8/2026).
Ia menjelaskan, penyelidikan awal yang dilakukan polisi tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Tim telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, serta mendata identitas pemilik kolam sebagai bagian dari proses penanganan. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana,” jelasnya.
Pihak keluarga korban juga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan autopsi terhadap kedua jenazah dan telah membuat surat pernyataan resmi serta video testimoni yang diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai bentuk penolakan.
Selanjutnya, kedua jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di sekitar area yang memiliki potensi bahaya seperti kolam, sungai, maupun saluran air.
Duka mendalam kini menyelimuti Desa Balai Kasih. Kepergian MR dan DA diusia yang masih belia meninggalkan luka yang sulit terobati bagi keluarga serta masyarakat yang mengenal keduanya.*
Editor: Misno






Discussion about this post