INformasinasional.com, BULUKUMBA, – Dugaan munculnya bau tidak sedap dari aktivitas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menuai perhatian warga.
Keluhan itu mengarah pada salah satu dapur MBG yang beroperasi di kawasan depan SPBU Tanete, Kecamatan Bulukumpa yang dikelola oleh Yayasan Baroqahtul Ummah kelurahan Ballasaraja.
Warga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bulukumba turun melakukan pemeriksaan untuk memastikan sistem pengelolaan limbah di lokasi tersebut berjalan sesuai standar.
Sejumlah warga mengaku pernah mencium aroma menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan limbah dapur, terutama pada saat proses memasak berlangsung maupun ketika limbah sisa produksi belum diangkut.
“Biasanya ada bau yang cukup mengganggu pak pada saluran pembuangan limbahnya, saya pernah kebetulan lewat dan mencium aromanya,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Senin (22/6/2026).
Meski demikian, warga menegaskan keluhan tersebut tidak berkaitan dengan penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.Warga berharap DLHK Bulukumba segera melakukan inspeksi lapangan guna memastikan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang digunakan di dapur MBG berfungsi dengan baik.
Pemeriksaan dinilai perlu dilakukan terhadap seluruh sistem pengelolaan limbah, mulai dari saluran pembuangan, bak penampungan, hingga mekanisme pengolahan limbah cair dan sisa makanan.
Selain itu, warga juga meminta adanya pengujian kualitas air limbah untuk memastikan hasil pengolahan memenuhi baku mutu lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut warga, pengawasan penting dilakukan karena dapur MBG memproduksi makanan dalam jumlah besar setiap hari yang berpotensi menghasilkan limbah organik maupun limbah cair dalam volume cukup besar.
Apabila pengelolaannya tidak optimal, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan lingkungan berupa bau tidak sedap, peningkatan populasi serangga, hingga menurunkan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi.
Kedekatan dengan Sarang Walet Ikut Disorot
Selain persoalan limbah, warga juga menyoroti keberadaan bangunan sarang burung walet yang berada tidak jauh dari lokasi dapur MBG.
Mereka menilai aspek tersebut perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan standar higienitas makanan yang diproduksi untuk program pemerintah.
Aktivis lingkungan Bulukumba, Syamsir, mengatakan pengawasan terhadap dapur MBG tidak hanya menyangkut pengelolaan limbah, tetapi juga pemenuhan standar keamanan pangan.
Menurut dia, lokasi dapur yang berdekatan dengan sarang walet aktif berpotensi menimbulkan risiko kontaminasi biologis apabila tidak dilakukan pengendalian dan pengawasan secara ketat.
“Secara prinsip, dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh bergandengan atau berada sangat dekat dengan sarang burung walet yang aktif karena sarang walet merupakan sumber potensi kontaminasi biologis, seperti kotoran, bulu, debu, jamur, dan mikroorganisme yang dapat memengaruhi standar keamanan pangan,” kata Syamsir.
Ia menjelaskan, aspek kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis karena berkaitan langsung dengan kualitas makanan yang akan dikonsumsi penerima manfaat.Syamsir menambahkan, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengatur bahwa lokasi dapur MBG harus bebas dari sumber pencemaran maupun potensi kontaminasi yang dapat memengaruhi higienitas makanan.
Ketentuan tersebut, menurut dia, tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 63 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Pengelolaan Limbah Dinilai Penting
Pengelolaan limbah yang baik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
Selain mutu makanan, aspek sanitasi dan kesehatan lingkungan juga menjadi bagian yang menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang.
Karena itu, warga berharap pemerintah daerah melalui DLHK Bulukumba segera melakukan pemeriksaan guna memastikan seluruh operasional dapur MBG berjalan sesuai standar lingkungan, kesehatan, dan keamanan pangan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bulukumba, Emil Yusri, yang dikompirmasi terkait keluhan tersebut menyampaikan sudah mengagendakan untuk melakukan verifikasi terkait aduan tersebut.
” Sudah diagendakan utk ferivikasi pengaduan” Jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp, Pada Senin (22/06).
Editor: Sapriaris






Discussion about this post