INformasinasional.com, BATU BARA – Tragedi maut yang mengguncang ruas Jalan Tol Lima Puluh–Indrapura, Kabupaten Batu Bara, terus memakan korban. Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan mengerikan antara mobil travel Darma Putra dan satu truk misterius kini bertambah menjadi tujuh orang, setelah tiga korban yang sempat dirawat intensif akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Peristiwa nahas yang terjadi di Km 118+400 Jalur B, Desa Tanjung Muda, Kecamatan Air Putih, Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB itu kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Selain tingginya angka korban jiwa, hilangnya truk yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut memunculkan tanda tanya besar kalangan pembaca.
Direktur RSU Bidadari Batu Bara, dr. Siti Luluk Raihan, mengungkapkan bahwa dari total 21 orang yang berada dalam mobil travel nahas tersebut, tujuh orang dipastikan meninggal dunia.
“Empat korban meninggal dilokasi kejadian, sedangkan tiga lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSU Bidadari, termasuk pengemudi travel Erwinsyah Harahap,” kata dr. Siti saat mendampingi kunjungan Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson HH Nainggolan kerumah sakit, Senin (22/6/2026).
Selain tujuh korban meninggal dunia, sebanyak 11 penumpang masih menjalani perawatan intensif akibat luka berat dan sedang. Sementara tiga korban lainnya telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.
Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson HH Nainggolan turun langsung menjenguk para korban yang masih dirawat. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta memastikan seluruh proses penanganan kecelakaan dilakukan secara maksimal.
“Atas nama Polres Batu Bara, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan korban yang masih dirawat segera pulih,” kata Doly.
Namun dibalik ungkapan belasungkawa tersebut, polisi kini menghadapi pekerjaan besar. Hingga Senin siang, identitas truk yang diduga menjadi lawan tabrak mobil travel belum juga terungkap.
Padahal, benturan yang terjadi begitu dahsyat hingga membuat bagian depan mobil Isuzu BK 7604 VK ringsek total dan mengubah perjalanan puluhan penumpang menjadi tragedi berdarah.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, mobil travel Darma Putra yang berangkat dari Tanjungbalai menuju kawasan Babussalam Basilam, Kabupaten Langkat, diduga menghantam bagian belakang sebuah truk yang melaju searah didepannya.
Yang menjadi sorotan, saat petugas tiba dilokasi kejadian, truk tersebut tidak ditemukan. Kondisi ini memicu spekulasi dan pertanyaan publik, mengingat ruas Tol Trans Sumatera dilengkapi sistem pengawasan CCTV yang seharusnya mampu merekam pergerakan kendaraan secara detail.
Polisi kini mengandalkan rekaman kamera pengawas, keterangan saksi, serta hasil olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap identitas kendaraan yang diduga menjadi bagian dari tragedi tersebut.
“Petugas masih melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap kendaraan truk yang terlibat guna memastikan penyebab pasti kecelakaan serta menindaklanjuti proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas AKBP Doly.
Kecelakaan ini bukan sekadar angka statistik lalu lintas. Tujuh nyawa melayang, belasan korban masih terbaring dirumah sakit, dan keluarga korban kini menanti kepastian hukum atas tragedi yang merenggut orang-orang tercinta mereka.
Jasa Raharja melalui Kepala Cabang Kisaran, Muhammad Rifai, memastikan seluruh korban telah mendapatkan hak santunan dan pembiayaan perawatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, satu pertanyaan besar masih menggantung ditengah masyarakat, kemana truk yang diduga terlibat dalam kecelakaan maut tersebut menghilang?
Selama identitas kendaraan itu belum terungkap, misteri dibalik tragedi berdarah Tol Batu Bara masih menyisakan banyak teka-teki. Aparat kepolisian pun berpacu dengan waktu untuk membongkar seluruh fakta dan memastikan penyebab pasti kecelakaan yang telah merenggut tujuh nyawa dalam hitungan detik tersebut.*
Editor: Misno






Discussion about this post