INformasinasional.com, LANGKAT — Ditengah sorotan atas peran mahasiswa yang kerap meredup dalam pusaran kekuasaan lokal, Bupati Langkat H Syah Afandin kembali menegaskan satu pesan keras, mahasiswa tak boleh hanya jadi penonton. Pesan itu mengemuka saat ia melantik Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Langkat (HIMALA) periode 2025–2027 di Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, Kamis (22/1/2026).
Sebagai Ketua Dewan Pembina HIMALA, Syah Afandin secara resmi mengukuhkan Wahyu Hidayah SH sebagai Ketua, Dimas Ginastian, SH sebagai Sekretaris, dan Ahmad Fahri Fardosi SH sebagai Bendahara, bersama jajaran pengurus lainnya untuk dua tahun kedepan.
Pelantikan itu bukan sekadar pergantian struktur, melainkan penanda ujian baru bagi organisasi mahasiswa yang telah berusia 23 tahun. “HIMALA ini sudah dewasa. Jangan lagi berjalan tanpa arah,” kata Syah Afandin.
Ia mengingatkan, sejak berdiri pada 2003, HIMALA memikul tanggung jawab besar sebagai salah satu corong utama aspirasi mahasiswa Langkat, bukan sekadar organisasi seremonial yang hidup dari agenda keagenda.
Bupati Langkat menekankan pentingnya korelasi antara gerakan mahasiswa dan kebutuhan daerah. Menurut dia, mahasiswa harus hadir sebagai mitra kritis sekaligus solutif dalam pembangunan. “HIMALA mencakup seluruh wilayah Kabupaten Langkat. Artinya, tanggung jawabnya juga menyeluruh,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Syah Afandin juga membuka kartu pemerintah daerah. Ia menyebut Pemkab Langkat, melalui Dinas Tenaga Kerja, tengah membuka peluang kerja seluas-luasnya, termasuk akses bekerja keluar negeri bagi lulusan perguruan tinggi yang memenuhi kualifikasi. Pesannya jelas, pemerintah membuka pintu, tetapi mahasiswa harus berani melangkah.
Ia turut mengapresiasi kepemimpinan Wahyu Hidayah pada periode sebelumnya yang dinilai berjalan cukup baik. Namun, apresiasi itu disertai tantangan. “Upgrade itu bukan hanya tugas pemerintah. Mahasiswa juga harus meng-upgrade diri. Jangan berhenti berbuat untuk Langkat,” tegasnya.
Syah Afandin menutup sambutannya dengan peringatan halus namun tajam, pelantikan ini tak boleh berhenti sebagai seremoni. HIMALA, kata dia, harus tampil sebagai wadah gagasan, mesin solusi, dan simpul kolaborasi mahasiswa Langkat, baik untuk kepentingan kampus maupun masyarakat luas.(Misno)






Discussion about this post