INformasinasional.com, Nias Selatan — Ditengah berbagai keterbatasan, masyarakat Kecamatan Idanotae justru menunjukkan wajah lain pembangunan, sunyi, kolektif, namun berdampak nyata. Satu pasar tradisional yang lahir dari keringat bersama kini hampir berdiri utuh menjadi simbol kebangkitan ekonomi dari akar rumput.
Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, menerima langsung audiensi jajaran Kecamatan Idanotae bersama tokoh masyarakat, kepala desa, penghibah tanah, serta panitia pembangunan di Pendopo Bupati, Teluk Dalam, Jumat (17/4/2026). Pertemuan itu bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan bahwa inisiatif rakyat masih menjadi fondasi paling kokoh dalam pembangunan daerah.
Camat Idanotae, Sadarmeiman Buulolo, S.Pd, menyampaikan bahwa pembangunan Los Pekan Tradisional Idanotae telah mencapai sekitar 80 persen. Sebanyak 35 kios berdiri dari hasil swadaya masyarakat, suatu capaian yang tak hanya mencerminkan kerja fisik, tetapi juga keteguhan semangat gotong royong.
“Ini bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi cermin kepedulian masyarakat terhadap masa depan ekonominya sendiri,” katanya.
Dengan total dana yang telah dihimpun mencapai sekitar Rp250 juta, bersumber dari masyarakat, dukungan instansi, hingga para simpatisan, pasar ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu harus bergantung pada anggaran besar, melainkan pada kemauan bersama.
Selama ini, warga Idanotae harus bergantung pada pasar di Kecamatan Gomo dan Siofabanua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keterbatasan akses membuat hasil bumi mereka sulit dipasarkan secara optimal, sehingga nilai tambah ekonomi lebih banyak mengalir keluar wilayah.
Tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPRD Nias Selatan, Dawido Bawamenewi, menegaskan bahwa keberadaan Los Pekan ini diharapkan menjadi titik balik. “Ini bukan hanya pasar, tetapi pintu masuk bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Panitia pembangunan yang dipimpin Basaaro Fatemaluo, didampingi Sekretaris Waoli Lase dan Bendahara Fauduatulo Tafonao, S.Pd, terus menggenjot penyelesaian proyek tersebut. Mereka bekerja tanpa banyak sorotan, namun dengan satu tujuan, menghadirkan ruang ekonomi yang layak bagi masyarakat sendiri.
Bupati Nias Selatan pun memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Ia menilai, apa yang dilakukan masyarakat Idanotae merupakan contoh konkret pembangunan berbasis partisipasi, model yang sering digaungkan, namun jarang benar-benar terwujud.
Rencananya, Los Pekan Tradisional Idanotae akan diluncurkan pada Mei 2026. Jika rampung tepat waktu, ia bukan hanya akan menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga monumen hidup dari kekuatan gotong royong, bahwa dari desa, perubahan besar bisa dimulai.
Reporter: Mareti Tafonao






Discussion about this post