INformasinasional.com, Humbahas — Negara turun tangan hingga ke meja rapor. Program Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (Gemar) 2025 yang digulirkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) lewat Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2025, resmi dijalankan di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Sasarannya tegas: memutus mata rantai fatherless, ketiadaan figur ayah dalam tumbuh kembang anak, yang kerap luput dari perhatian.
Ditingkat daerah, Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan bahkan lebih dulu mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3996 Tahun 2025. Aturan itu mewajibkan kehadiran ayah saat pengambilan rapor bagi jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Namun realitas dilapangan belum sepenuhnya sejalan. Angka kehadiran ayah dalam program Gemar masih tergolong rendah.
Meski begitu, dukungan dari kalangan orang tua mulai menguat. Boima Tambunan, orang tua siswa UPT SMPN 013 Sibuntuon Parpea, Lintongnihuta, menyebut Gemar bukan sekadar seremoni kehadiran. “Ini bukan cuma datang dan duduk. Kehadiran ayah berarti terlibat langsung melihat dan mendengar perkembangan akademik serta perilaku anak,” ujar Boima, Jumat (19/12/2025).
Menurutnya, Gemar membuka ruang dialog yang selama ini jarang terjadi. “Menerima rapor adalah bentuk dukungan emosional. Kalau ada kelemahan disekolah, itu dibicarakan dengan guru dan kepala sekolah untuk dicari solusinya,” kata Boima.
Dampaknya terasa langsung pada anak. Lovely C Tambunan, putri Boima, mengaku termotivasi. “Saya senang bapak bisa meluangkan waktu. Ini bikin saya tertantang meningkatkan prestasi dan disiplin belajar. Semester ini peringkat tiga, kedepan harus lebih baik,” ujarnya.
Nada serupa disampaikan R. Siregar, ayah siswa lainnya. Ia menilai Gemar sebagai simbol kehadiran ayah yang nyata, bukan simbolik. “Keterlibatan ayah di ranah pendidikan memperkuat komunikasi orang tua dengan sekolah untuk memantau proses belajar anak,” katanya.
Ia menegaskan, peran ayah bukan pelengkap. “Ayah yang terlibat itu penting. Dampaknya jelas: motivasi anak naik, hasil belajar membaik,” ujarnya.
Gemar 2025 kini menjadi ujian bersama: sejauh mana kebijakan mampu mengubah kebiasaan. Di Humbahas, rapor tak lagi sekadar angka, ia menjadi pintu masuk mengembalikan ayah keruang pendidikan anak. (Karmawan Silaban)






Discussion about this post