INformasinasional.com, Langkat — Jalan rusak kembali memakan korban. Dea Sania (21), gadis muda warga Gang Serimpi, Dusun I, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, tewas mengenaskan setelah terlindas dump truk bermuatan batu koral, Senin (6/4/2026).
Peristiwa tragis itu terjadi diruas Jalan T. Amir Hamzah, Dusun VII, Desa Sendangrejo, Kecamatan Binjai, jalan yang selama ini dikeluhkan warga karena dipenuhi lubang dan nyaris tak pernah tersentuh perbaikan.
Korban tewas seketika dilokasi kejadian. Kondisinya mengenaskan, kepala pecah, tubuh remuk, setelah dilindas roda belakang truk besar yang melaju tanpa sempat menghindar.
Informasi yang dihimpun, Selasa (7/4/2026), kecelakaan bermula saat Dea mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX BK 5033 RAV dari arah Binjai menuju Kwala Begumit. Dari arah berlawanan, melaju sepeda motor Honda Supra X 125 BK 3236 RP yang dikendarai seorang pria yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Dititik jalan berlubang yang oleh warga kerap disebut “lubang maut” keduanya diduga berusaha menghindari kerusakan jalan. Namun manuver itu justru berujung petaka. Sepeda motor keduanya bersenggolan. Dea kehilangan kendali, terjatuh kesisi kanan badan jalan, tepat dijalur lintasan kendaraan berat.
Dalam hitungan detik, satu unit dump truk fuso BK 8698 BG yang dikemudikan Sisiyanto (48), warga Paya Roba, melintas dari arah Kwala Begumit menuju Binjai. Tanpa ruang untuk mengerem atau menghindar, roda raksasa itu melindas tubuh korban.
Benturan itu bukan sekadar kecelakaan lalu lintas. Ia menjadi potret getir dari kelalaian yang dibiarkan berlarut, jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, meski keluhan warga terus mengalir.
Kapolsek Binjai (Tandam), AKP Siti Aisyah, membenarkan peristiwa tersebut.
“Korban meninggal dunia di tempat kejadian dan telah dibawa ke RSUD dr Djoelham Binjai. Sopir truk beserta barang bukti sudah diamankan. Penanganan lebih lanjut oleh Unit Laka Polres Binjai,” katanya.
Dea diketahui bekerja sebagai karyawan swasta disalah satu pabrik di Binjai. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan menyisakan pertanyaan keras bagi pihak berwenang, berapa lagi korban harus jatuh sebelum jalan rusak ini diperbaiki?
(Misno)






Discussion about this post