INformasinasional.com, Humbahas — Solidaritas antardaerah kembali dipertontonkan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi melempar janji konkret, 10 unit rumah untuk korban banjir bandang di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Bantuan itu ditujukan bagi warga yang terdampak bencana besar pada 2025 lalu.
Janji tersebut disampaikan langsung Kang Dedi dalam pertemuannya dengan Bupati Humbahas, Dr Oloan Paniaran Nababan SH MH. Bukan sekadar basa-basi politik, Dedi menegaskan bantuan itu merupakan komitmen moral sebagai wujud empati dan solidaritas antarpemerintah daerah.
“Ini bentuk kepedulian. Ketika daerah lain tertimpa musibah, kita tidak boleh diam,” kata Dedi.
Tak tanggung-tanggung, bantuan itu akan diberikan dalam bentuk dana tunai pembangunan rumah, dengan taksasi Rp150 juta per unit. Total nilai bantuan mencapai Rp1,5 miliar, angka yang cukup untuk mempercepat pemulihan warga yang kehilangan tempat tinggal.
Pertemuan itu berlangsung cair. Dua kepala daerah lama bersua, dua kawan lama bernostalgia. Dedi mengungkap relasi personalnya dengan Oloan yang telah terjalin sejak lama.
“Oloan ini kawan lama. Kami pernah bertemu saat saya masih di Komisi IV DPR RI. Terakhir bertemu waktu kunjungan Food Estate,” kata Dedi, membuka alasan di balik kepeduliannya.
Bagi Kang Dedi, relasi personal tak berhenti pada nostalgia. Ia menjelma menjadi aksi nyata.
“Karena itu, saya putuskan membantu pemulihan pascabencana di Humbahas dengan membangun 10 unit rumah,” tegasnya.
Bupati Humbahas, Oloan Paniaran Nababan, menyambut bantuan tersebut dengan rasa haru dan apresiasi tinggi. Ia menilai langkah Kang Dedi sebagai contoh nyata gotong royong lintas provinsi yang kian langka ditengah birokrasi yang sering lamban.
“Kebersamaan dan silaturahmi antar pimpinan daerah adalah kunci kemajuan. Bantuan ini membawa harapan baru bagi masyarakat kami yang terdampak bencana,” ujar Oloan.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, kata Oloan, berkomitmen menyalurkan bantuan itu secara tepat sasaran, memastikan rumah-rumah tersebut benar-benar berdiri diatas puing penderitaan warga.
Agenda penyerahan bantuan sendiri berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Hadir pula Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat. Dalam kesempatan itu, korban bencana di Tapanuli Utara lebih dahulu menerima bantuan dana rumah senilai Rp1,5 miliar, Rabu (14/1/2026).
Solidaritas akhirnya menemukan wujudnya: bukan sekadar pidato, melainkan rumah, tempat harapan dibangun kembali.
Reporter: Karmawan






Discussion about this post