INformasinasional.com, LANGKAT — Dibulan suci Ramadhan, denyut kepedulian itu terasa ditiga sudut Kabupaten Langkat. Ditengah harga kebutuhan pokok yang terus merangkak, 50 paket sembako dibagikan kepada kaum dhuafa dan anak yatim. Bukan sekadar seremoni, melainkan pesan yang ingin ditegaskan: negara melalui tangan-tangan relawan sosialnya, tidak boleh absen saat rakyatnya membutuhkan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Langkat, Ny Hj Endang Kurniasih Syah Afandin, memimpin langsung penyaluran bantuan itu, Rabu (25/2/2026). Tiga kecamatan menjadi titik distribusi, Kecamatan Stabat, Kecamatan Secanggang, dan Kecamatan Wampu.
Sebanyak 30 paket digelontorkan ke Stabat, masing-masing 10 paket untuk Secanggang dan Wampu. Isinya sederhana namun vital, 10 kilogram beras, satu papan telur, dua kilogram minyak goreng, dan dua kilogram gula pasir. Didapur-dapur kecil rumah warga, bahan pokok itu berarti kepastian, setidaknya untuk beberapa hari Ramadhan.
Dihadapan para penerima, Endang tak berpanjang kata. Ia menegaskan, kegiatan ini bukan hanya soal distribusi sembako, melainkan tentang empati. “Berbagi bukan sekadar memberi, tapi memastikan saudara kita tidak merasa sendiri,” katanya.
Langkah ini menjadi penegasan peran TP PKK sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Langkat. Ditengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, gerakan sosial semacam ini menjadi bantalan moral, bahwa gotong royong belum punah, dan solidaritas tak boleh berhenti pada slogan.
Memang dibalik angka 50 paket itu, belum mencukupi dikabupaten Langkat yang penduduknya ribuan kepala keluarga prasejahtera, bantuan serupa tentu masih jauh dari kata merata. Tetapi bagi para ibu yang pulang membawa beras dan telur ditangan, bantuan itu bukan statistik, melainkan harapan.
Dibulan Ramadhan, di Langkat, solidaritas diuji. Dan setidaknya pada Rabu siang itu, jawaban kecil telah diberikan.(Misno)






Discussion about this post