INformasinasional.com-Pasaman Barat–Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah melakukan perbaikan infrastruktur lahan pertanian yang mengalami kerusakan akibat bencana alam, terutama pada kategori rusak ringan.
Bupati Pasaman Barat melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, Kamis (30/4/2026), mengatakan pekerjaan tersebut dilaksanakan secara swakelola di dua kecamatan, yakni Kecamatan Ranah Batahan dan Kecamatan Talamau.
“Pengerjaan hingga kemarin progresnya telah mencapai 26 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di Kecamatan Ranah Batahan perbaikan dilakukan pada lahan seluas 95 hektare yang tersebar di lima kelompok tani. Sementara itu, di Kecamatan Talamau, pengerjaan mencakup 77 hektare pada tiga kelompok tani.
Secara keseluruhan, perbaikan lahan sawah rusak ringan dilakukan pada area seluas 172 hektare melalui kegiatan konstruksi Optimalisasi Lahan (Oplah).
Menurut Afdal, pemerintah daerah terus mempercepat pengerjaan sesuai instruksi Menteri Pertanian guna memulihkan produktivitas pertanian pascabencana.
Untuk kegiatan optimalisasi lahan terdampak bencana tersebut, anggaran yang digunakan sebesar Rp5,5 juta per hektare atau total sekitar Rp946 juta.
Selain itu, pemerintah juga melaksanakan optimalisasi lahan nonrawa (reguler) seluas 754 hektare dengan total anggaran Rp4,147 miliar.
Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur pendukung berupa konservasi air melalui dam parit juga dilakukan sebanyak 10 unit dengan total anggaran sekitar Rp1,2 miliar.
Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana sekitar Rp6,293 miliar untuk penanganan dampak bencana di sektor tanaman pangan di Kabupaten Pasaman Barat. Anggaran tersebut disalurkan melalui pemerintah provinsi kepada kelompok tani terdampak bencana.
Dana itu difokuskan untuk mendukung kegiatan optimalisasi lahan sawah yang mengalami kerusakan ringan akibat bencana.
Diketahui, bencana alam yang terjadi pada akhir November 2025 menyebabkan sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Pasaman Barat terdampak banjir dan lumpur.
Selain penanganan yang tengah berjalan, Pemkab Pasaman Barat juga telah mengusulkan tambahan kegiatan ke Kementerian Pertanian. Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Pasaman Barat saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah se-Indonesia pada 20 April 2026.
Adapun usulan tambahan tersebut mencakup rehabilitasi lahan sawah rusak sedang seluas 48 hektare, rusak berat 50 hektare, pembangunan lima unit dam parit, serta rehabilitasi 20 unit jaringan irigasi tersier.
Reporter: SYAFRIZAL






Discussion about this post