INformasinasional.com, LANGKAT — Demi mempertahankan gengsi Piala Wahana Tata Nugraha (WTN), Pemerintah Kabupaten Langkat tancap gas. Dinas Perhubungan (Dishub) Langkat bersama Satuan Lalu Lintas Polres Langkat turun langsung meninjau rencana jalur baru atau jalan alternatif di Kecamatan Stabat, Kamis (22/1/2026).
Langkah ini bukan sekadar inspeksi rutin. Dibaliknya terselip misi besar, menjaga predikat daerah berprestasi dalam pengelolaan transportasi dan lalu lintas, penghargaan yang diraih Pemkab Langkat pada September 2024 dan kini terancam oleh kepadatan kendaraan yang kian tak terbendung.
WTN sendiri merupakan penghargaan dari pemerintah pusat bagi daerah yang dianggap berhasil menata transportasi perkotaan dan fasilitas publik secara tertib dan berkelanjutan.

Langkat meraih penghargaan itu didua sektor sekaligus, angkutan dan lalu lintas. Suatu capaian yang tak ingin dilepas begitu saja.
“Peninjauan ini bagian dari upaya mempertahankan kelancaran arus lalu lintas yang semakin padat, khususnya diwilayah inti kota,” kata Kepala Dinas Perhubungan Langkat, Arie Ramadhany, Kamis (22/1/2026).
Arie menjelaskan, jalan alternatif sepanjang kurang lebih tiga kilometer itu akan dibangun diatas lahan eks Hak Guna Usaha (HGU). Jalur ini diproyeksikan menjadi “katup pengaman” untuk mengurai kemacetan yang selama ini menekan kawasan pusat aktivitas warga.
“Rencananya, masyarakat bisa melintasi jalur ini dari Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) Jalan Proklamasi menuju Jalan Kartini,” kata Arie.
Menurutnya, keberadaan jalan alternatif ini bukan sekadar memindahkan arus kendaraan, tetapi juga menjaga kecepatan rata-rata dan volume lalu lintas tetap stabil. Dengan kata lain, Pemkab Langkat sedang berjudi, gagal mengurai kemacetan, maka bukan hanya keluhan publik yang datang, tapi juga ancaman kehilangan Piala WTN.(Misno)






Discussion about this post