INformasinasional.com, Bulukumba, — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Baroqahtul Ummah di Dusun Bontobangun, Desa Bontobangun, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mendulang protes dari masyarakat sekitar.
Fasilitas tersebut dikabarkan membuang limbah operasional secara sembarangan ke parit permukiman warga.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Selasa (25/8), pipa pembuangan dapur tersebut mengalirkan cairan pekat berwarna kekuningan ke saluran air.
Selain berpotensi mencemari lingkungan, limbah cair itu menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga.
Salah seorang warga terdampak berinisial AR membeberkan bahwa pencemaran ini bukan kejadian pertama.
Sebelumnya, titik pembuangan limbah berada tepat di parit depan kediamannya hingga merusak kualitas air bersih yang ia konsumsi.
”Dulu limbah dibuang di parit depan rumah. Sumur bor saya sampai berbau seperti minyak mentega dan menempel di penampungan air,” ujar AR saat ditemui, Selasa (25/8).Ia menuturkan, warga sempat menegur pihak pengelola lantaran dampak bau menyengat dan kontaminasi air sumur tersebut.
Pengelola kemudian memindahkan jalur pipa ke parit seberang jalan dengan menggali jalan aspal. Kendati telah dipindahkan, limbah cair masih terus mengalir tanpa pengolahan yang memadai.
Kondisi tersebut memantik respons keras dari Komite Konsolidasi Rakyat Bulukumba. Aktivis senior organisasi tersebut, Arie M Dirgantara, mendesak instansi terkait untuk mengambil langkah tegas atas dugaan pelanggaran standar lingkungan operasional dapur.
”Dapur SPPG sudah seharusnya dievaluasi total. Pembuangannya sampai mengental di parit dan baunya sangat menusuk hidung,” tegas Arie saat meninjau lokasi penumpukan limbah.
Arie meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bulukumba segera turun tangan dan tidak tutup mata terhadap persoalan sanitasi ini.
”Kami meminta DLHK Bulukumba serius menindaklanjuti persoalan ini dan segera melakukan penutupan sementara aktivitas dapur untuk evaluasi menyeluruh,” kata Arie.Dikonfirmasi terpisah, Kepala DLHK Bulukumba Emil Yusri menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan unit teknis untuk menindaklanjuti keluhan warga tersebut.
”Besok saya coba menyampaikan ke bidang yang menangani,” kata Emil melalui pesan singkat, Selasa (25/8).
Hingga berita ini diturunkan, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Bulukumba belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan pencemaran lingkungan maupun desakan penghentian sementara operasional dapur SPPG tersebut.
Editor: Sapriaris






Discussion about this post