INformasinasional.com, HUMBANG HASUNDUTAN – Awal tahun 2026 dibuka dengan satu panggung simbolik kekuasaan di Humbang Hasundutan. Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan dan Kapolres AKBP Arthur Sameaputty berdiri berdampingan, meresmikan secara soft opening Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres Humbahas. Lokasinya dibelakang Polsek Doloksanggul, Senin, 5 Januari 2026.
Gedung ini bukan sekadar bangunan baru. Ia diposisikan sebagai dapur negara, tempat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dimasak, diatur, dan didistribusikan. Program nasional yang digadang-gadang sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia itu kini mulai “dipanaskan” di Humbahas.
Bupati Oloan Nababan tak menyembunyikan apresiasinya. Ia menyebut kehadiran SPPG sebagai bukti konkret keterlibatan Polri dalam agenda sosial pemerintah.
“Atas nama Pemkab dan masyarakat Humbahas, saya menyampaikan terima kasih kepada Polri, khususnya Polres Humbahas, atas dukungan dan komitmen terhadap Program Makan Bergizi Gratis,” kata Oloan.
Namun Oloan memberi catatan tegas. Baginya, gedung megah dan seremoni tak berarti apa-apa tanpa tata kelola yang disiplin. Ia menekankan agar seluruh petunjuk teknis layanan SPPG dijalankan sesuai standar kualitas MBG. “Harapan masyarakat sederhana tapi tegas: SPPG ini harus dikelola optimal, berkelanjutan, dan benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty merespons dengan nada serupa. Ia menyatakan Polri tak sekadar hadir sebagai pelengkap seremoni, tetapi siap mengawal program MBG hingga menyentuh kebutuhan gizi anak-anak sejak dini.
“Ini adalah komitmen Polri untuk mendukung pemenuhan gizi sumber daya manusia sejak awal,” kata Arthur.
Soft opening ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati dan Kapolres, pembukaan tirai nama SPPG Kemala Bhayangkari Polres Humbahas, pengguntingan pita, hingga peninjauan langsung kesiapan gedung.
Kini, publik menunggu lebih dari sekadar pita yang telah terpotong. Apakah dapur gizi ini benar-benar akan mengenyangkan masa depan anak-anak Humbahas, atau sekadar menjadi monumen baru dari deretan program seremonial? Waktu yang akan menjawab.
(glen)






Discussion about this post