INformasinasional.com, Humbang Hasundutan — Persoalan sepele berubah menjadi tragedi berdarah. Disatu desa sunyi di Kecamatan Tarabintang, Humbang Hasundutan, tudingan pencurian telur ayam berujung bacokan brutal yang nyaris merenggut nyawa seorang warga.
Korban adalah Sarlen Hasugian, warga Desa Marpadan. Ia kini terbaring kritis, berpindah dari satu fasilitas kesehatan kefasilitas lain, setelah diduga dibacok secara membabi buta oleh Hasannudin Sihotang, yang disebut-sebut sebagai mantan anggota Polri. Peristiwa itu terjadi Kamis pagi, 1 Januari 2026, sekitar pukul 10.15 WIB, di Jalan Desa Marpadan, Dusun Napahorsik.
Menurut keterangan warga, Sarlen mengalami luka robek serius dikepala bagian belakang serta luka menganga diperut. Darah berceceran. Nyawanya nyaris melayang. Reaksi cepat warga menyelamatkan Sarlen dari maut. Ia dilarikan ke Poskesdes, kemudian dirujuk ke Puskesmas Tarabintang, lanjut ke RSUD Doloksanggul, hingga akhirnya menjalani perawatan intensif di RS Efarina Pematangsiantar.
Kepala Desa Marpadan, Wansitor Sihotang, membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, telah terjadi dugaan penganiayaan berat. Terduga pelaku hingga kini melarikan diri dan masih dalam pencarian aparat Polres Humbang Hasundutan,” kata Wansitor kepada wartawan, Senin, 5 Januari 2026.
Wansitor menyebut, Hasannudin bukan orang sembarangan. Ia dikenal sebagai mantan anggota Polri yang pernah bertugas di Polda Sumatera Utara, bahkan disebut-sebut sempat berdinas di Mabes Polri sebelum akhirnya dipecat. Fakta ini membuat kasus tersebut menyita perhatian warga.
“Informasinya, pelaku sudah dipecat dari kepolisian. Pencarian sudah dilakukan bersama masyarakat kesejumlah titik yang diduga jadi tempat persembunyian, tapi belum ada hasil,” ujar Wansitor.
Motifnya, kata Wansitor, sepele sekaligus mengerikan. Terduga pelaku kerap kehilangan telur ayam dari kandangnya. Tanpa bukti, kecurigaan mengendap. Pada pagi kejadian, Hasannudin melihat Sarlen melintas menuju kebun duriannya yang sedang berbuah. Sarlen diikuti hingga kekebun. Disitulah tudingan dilontarkan. Sarlen dituduh mencuri telur ayam. Korban menolak keras tuduhan itu. Adu mulut tak terelakkan. Emosi meledak. Parang berbicara.
Usai melakukan penganiayaan, terduga pelaku langsung kabur. Sarlen, dengan tubuh berlumuran darah, masih berusaha menyelamatkan diri menuju rumah. Dijalan, ia bertemu seorang perempuan bermarga Hasugian dan meminta pertolongan. Informasi itu diteruskan kepada orang tua terduga pelaku, Arif Sihotang.
Orang tua pelaku kemudian mendatangi keluarga korban dan membawa Sarlen ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun luka yang diderita terlalu parah untuk ditangani ditingkat desa.
Pasca kejadian, keluarga korban resmi melapor ke Polres Humbang Hasundutan. Warga diminta waspada dan segera melapor jika mengetahui keberadaan terduga pelaku.
Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty, melalui Kasi Humas Aipda J Simanjuntak, membenarkan laporan tersebut. “Laporan sudah kami terima dan saat ini ditangani oleh Satreskrim. Kami masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku,” ujarnya.
Laporan polisi tercatat dengan Nomor: LP/B/1/2025/SPKT/Polres Humbang Hasundutan/Polda Sumatera Utara, tertanggal 1 Januari 2025 pukul 15.20 WIB.
Sementara Sarlen Hasugian masih berjuang antara hidup dan mati, satu pertanyaan menggantung dibenak warga Tarabintang: jika tuduhan telur saja bisa berujung nyawa, seberapa aman kampung ini dari amarah yang dibiarkan tumbuh tanpa kendali?
(Laporan: Glen/Karmawan)






Discussion about this post