INformasinasional.com-Pasaman Barat–Tragedi meninggalnya seorang bayi di Rura Patontang, Kabupaten Pasaman Barat, kembali menjadi sorotan publik. Kondisi jalan yang rusak parah hingga sulit dilalui dinilai menjadi faktor utama lambannya akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil tersebut.
Peristiwa itu turut mendapat perhatian serius dari Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat (AMPB). Koordinator AMPB, Ridho Kurnia, menilai kejadian tersebut bukan sekadar musibah, melainkan cerminan nyata ketimpangan pembangunan yang hingga kini belum terselesaikan.
Menurutnya, persoalan akses jalan menuju Rura Patontang merupakan masalah lama yang terus dikeluhkan masyarakat, namun belum mendapat penanganan maksimal dari Pemerintah Daerah maupun DPRD Kabupaten Pasaman Barat.
“Ini bukan lagi soal keterlambatan pembangunan semata, tetapi sudah menyangkut keselamatan dan hak dasar masyarakat. Sangat ironis ketika masyarakat masih harus mempertaruhkan nyawa demi mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Ridho, Senin (18/5/2026).
Ia menegaskan bahwa infrastruktur jalan seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan akses kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
AMPB juga mendesak pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Pasaman Barat untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam memperbaiki akses jalan menuju Rura Patontang agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Pemerintah tidak boleh hanya hadir melalui narasi dan janji politik. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata yang benar-benar dirasakan dampaknya,” tambahnya.
AMPB menilai tragedi tersebut harus menjadi refleksi serius bagi seluruh pemangku kebijakan di Pasaman Barat bahwa ketimpangan pembangunan tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan serta hak hidup masyarakat.
Reporter: SYAFRIZAL





Discussion about this post